Perguruan Tinggi Indonesia Harus Unggul

31/3/2016 18:23
Perguruan Tinggi Indonesia Harus Unggul
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengimbau semua perguruan tinggi di Indonesia harus bekerja keras agar unggul dalam persaingan globalisasi, Asean Community, APEC, dan AFTA.

"Target saya adalah menjadikan perguruan tinggi di Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan dengan perguruan tinggi lain, baik di level internasional maupun regional," kata Menteri Nasir dalam Silaturahmi dengan Civitas Akademika Universitan Negeri Gorontalo, di Gorontalo, Kamis (31/03).

Namun, menurut Menristekdikti, untuk mencapai hal tersebut, Indonesia menghadapi beberapa kendala. Pertama, sumber daya. "Masih banyak dosen yang tidak memenuhi kualifikasi, misalnya, masih strata satu. Harusnya minimal strata dua," katanya.

Kedua, sambung Menristekdikti, masih banyak pengajar yang tidak memiliki jabatan akademik. "Harusnya ada jabatan akademik Lektor, Lektor Kepala, Guru Besar. Banyak yang cuma pengajar saja," jelas Menteri Nasir.

Kendala ketiga, kata Menteri Nasir, adalah rendahnya publikasi ilmiah dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). "Dengan kata lain riset-riset yang dilakukan harus mampu diterapkan dalam masyarakat (downstream) dan komersialisasi," ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah masuk pada ASEAN Community dan internasional. "Tantangan yang dihadapi bukan hanya pada mutu pendidikan tapi juga pada riset," ujarnya.

Kendala keempat, tambah Menteri Nasir, adalah kebangkitan industri kreatif dan budaya. "Contoh jagung pulut, apakah cuma jagung, kita harus menjadikan industri turunannya seperti minyak, gula dan lainnya," jelas Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan pemenuhan standar untuk peningkatan daya saing harus menenuhi standar kompetensi, standar isi, standar peningkatan pendidikan, standar pendidikan dan pembiayaan.

"Kalau di Jepang, standar penulisan ilmiah itu harus tiga di jurnal internasional, sementara di Indonesia masih satu. Ini yang harus ditingkatkan," jelas Menteri Nasir. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya