Menpar Dukung Bengkulu Kembangkan Sektor Pariwisata

31/3/2016 16:49
Menpar Dukung Bengkulu Kembangkan Sektor Pariwisata
(ANTARA FOTO/David Muharmansyah)

MENTERI Pariwisata Arief Yahya menyambut positif atas rencana besar Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti untuk menjadikan daerahnya lebih fokus ke sektor pariwisata. Hal itu terungkap saat kunjungan 16 anggota Komisi X DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Sutan Adil Hendra ke Bengkulu, pekan lalu.

Menurut Menpar, sektor pariwisata merupakan masa depan. "Agriculture itu revolusi di Gelombang I, lalu disusul Revolusi Industri atau manufacture di Gelombang II. Dan Teknologi informasi di Gelombang III. Saat ini kita sedang memasuki pintu masuk Gelombang IV, Revolusi Creative Industry atau Cultural Industry,” jelas Arief Yahya.

Karena itu, Menpar memastikan akan untuk mendukung penuh event Festival Tabot dan Festival Bumi Raflessia di Bengkulu 2016. Ke depan, Menpar juga akan memberi dukungan yang lebih besar bagi promosi dan festival sebagai kalender event besar sesuai harapan DPR RI dan Gubernur Bengkulu.

Untuk membangun sektor parwisata di Bengkulu, Ridwan Mukti meminta pemerintah membantu pembangunan infrastruktur yang terkait dengan pariwisata di Bengkulu. Pembangunan infrastruktur diharapkan bisa menambah geliat industri pariwisata di Bengkulu.

Permintaan tersebut memang masuk akal karena lokasi Bengkulu memang cukup terpencil di balik Bukit Barisan. Akses darat menuju Bengkulu membutuhkan waktu lama sementara frekuensi penerbangan, atau akses melalui jalur udara juga belum maksimal.

"Dibutuhkan strategi kuat untuk melompat maju. Pariwisata adalah jalan paling masuk akal untuk memajukan ekonomi rakyat. Kami mohon objek wisata di Bengkulu lebih banyak dipromosikan ke depan,” ucap Ridwan Mukti.

Lebih jauh, Ridwan Mukti menjelaskan, selama ini infrastruktur pariwisata di Bengkulu tidak tertangani dengan optimal. “Sumber alam dan mineral di Bengkulu ini cadangannya kecil. Kelapa sawit juga dimiliki orang luar, dampak ekonomisnya sangat tipis. Hanya pariwisata yang membuat kami lebih optimis. Untuk itu kami mohon perhatian pemerintah pusat dan DPR RI, mebantu pengembangan pariwisata di Bengkulu,” kata Ridwan Mukti.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X Sutan Adil Hendra mengatakan potensi sektor pariwisata di Bengkulu cukup besar. Ada banyak objek wisata yang bisa dikembangkan untuk menjadi daya tarik.

"Silakan dieksplorasi, mana saja objek yang bisa dijadikan momentum untuk pengembangan sektor pariwisata,” kata Sutan Adil.

Sutan meminta kepada semua pihak untuk bersinergi, berkoordinasi, bekerjasama untuk memajukan pariwisata Bengkulu. Pihaknya akan terus mengawal, dan mendorong agar pariwisata menjadi kekuatan utama penopang ekonomi Bengkulu.

Anggaran untuk mempromosikan kawasan pariwisata juga akan terus dinaikkan, agar makin efektif dalam percepatan pencapaian target. “Target 2019 adalah 20 juta wisman. Tentu itu bukan angka yang sederhana, harus 'dikeroyok' bersama-sama,” lanjut dia. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya