Polri Harus Tingkatkan Kemampuan Deteksi Dini

28/3/2016 22:16
Polri Harus Tingkatkan Kemampuan Deteksi Dini
(Istimewa)

MANTAN Kepala Polri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin menyatakan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mesti bisa menyesuaikan diri dan meningkatkan kemampuan deteksi dini untuk mencegah masalah operasionalisasi.

"Seperti diketahui masalah operasional saat ini berkembang pesat, seperti terorisme, korupsi, narkotika, dan obat-obatan terlarang, hingga kejahatan siber. Dalam hal ini, Polri harus bisa menyesuaikan diri dan meningkatkan kemampuan mereka agar tidak tertinggal," kata Awaloedin saat meluncurkan bukunya berjudul 'Masalah Aktual Kepolisian dan Saran Penanganannya', di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (28/3).

Turut hadir pada peluncuran buku itu yakni Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno, Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, dan sejumlah mantan Kepala Polri, di antaranya Jenderal (Purn) Sutanto dan Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri, serta mantan Rektor Universitas Pancasila (UP) Prof Edie Toet Hendratno.

Mantan Kapolri periode 1978-1982 itu menekankan agar Polri bisa juga mengatasi berbagai kendala pada bidang pembinaan. Ia misalnya menekankan agar sedari awal anggota Polri perlu menjauhkan budaya praktis, seperti penyuapan atau sogok menyogok.

Di sisi lain, Awaloedin menyatakan agar kepolisian bisa mengikuti perkembangan ilmu karena kini muncul berbagai disiplin ilmu. "Dengan begitu, Polri bisa mengatasi masalah yang muncul baik dari internal maupun eksternal," kata Awaloedin yang juga mantan Rektor UP.

Sementara itu, Kapolri Badrodin mengatakan masalah kepolisian saat ini dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan nasional, regional, dan internasional. Perkembangan teknologi yang pesat beberapa tahun terakhir juga berperan dalam tugas Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Badrodin menjelaskan, untuk meningkatkan deteksi dini masalah sosial, pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan bintara dan tamtama lantaran mereka anggota polisi yang mewakili negara di lingkungan masyarakat.

"Peningkatan kemampuan ini kami lakukan dengan memberi pendidikan master dan doktoral. Sehingga mereka bisa mengubah pola pikir dan budaya agar bisa memberikan perubahan di masyarakat," pungkasnya. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya