Gerakan Osoji Sebagai Bentuk Diplomasi Budaya Baru

Syarief Oebaidillah
10/3/2016 22:44
Gerakan Osoji Sebagai Bentuk Diplomasi Budaya Baru
()

DALAM rangka mendukung program pemerintah menuju Indonesia Bebas Sampah (IBS) 2020, Universitas Budi Luhur (UBL) mengadakan kuliah umum bersama Japan Foundation dan Jakarta Osoji Club pada Kamis (10/3) di Ruang Teater Universitas Budi Luhur.

Dr Tadashi Ogawa, Kepala Japan Foundation, memberikan materi kuliah berjudul New Public Diplomacy. Sekitar 250 mahasiswa yang hadir mendapatkan materi yang disampaikan Ogawa. Osoji yang berarti 'bersih-bersih' merupakan budaya masyarakat Jepang yang diajarkan sejak kecil. Semua anak sekolah dasar pun harus membersihkan kelas masing-masing dengan diawasi guru. Setiap rumah tangga pun harus membersihkan rumahnya sendiri-sendiri.

Ogawa, yang juga doktor bidang diplomasi, menjelaskan bahwa diplomasi zaman dahulu merupakan diplomasi yang dilakukan para diplomat atau duta besar yang ditunjuk mewakili sebuah pemerintahan. Semisal diplomasi pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia.

Sedangkan diplomasi publik, menurutnya, ialah diplomasi yang dilakukan para diplomat kepada masyarakat sebuah negara. Ia mencontohkan Japan Foundation yang telah melakukan diplomasi budaya kepada masyarakat Indonesia. Adapun diplomasi publik baru merupakan bentuk diplomasi yang dilakukan warga negara suatu negara kepada warga negara dari negara lain, seumpama warga negara Jepang melakukan diplomasi kepada warga negara Indonesia. Salah satunya adalah dengan yang dilakukan pada hari itu.

Jakarta Osoji Club melakukan diplomasi kepada mahasiswa UBL untuk menularkan budaya Osoji. Oleh karenanya, acara kuliah umum itu pun dilanjutkan dengan kegiatan Osoji atau bersih-bersih kampus.

Bentuk diplomasi publik baru yang lain, lanjut Ogawa, ialah komunikasi antaranggota komunitas di media-media sosial, kelompok-kelompok seni yang memperkenalkan kesenian Jepang kepada masyarakat suatu negara, orang Jepang yang memperkenalkan kuliner Jepang kepada masyarakat Indonesia, dan sebagainya.

Sementara itu, Koordinator Kuliah Umum Liza Dwi Ratna Dewi MSi menerangkan, Jakarta Osoji Club awalnya merupakan komunitas yang beranggotakan para warga negara Jepang yang melakukan gerakan kebersihan di areal Gelora Bung Karno Senayan Jakarta saat hari bebas kendaraan (car free day). Saat ini, keanggotaan Jakarta Osoji Club tidak hanya orang Jepang tetapi juga banyak orang Indonesia. Begitu pula di kota-kota lain mulai bermunculan komunitas Osoji.

Kuliah umum ditutup dengan pemberian suvenir dari pihak Universitas Budi Luhur kepada Ogawa, berupa tas hasil kerajinan yang dibuat masyarakat sekitar kampus dari bahan sampah. (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya