Keluarga Ingin Prada Kiki Dimakamkan di Tasikmalaya

Kristiadi
21/3/2016 21:00
Keluarga Ingin Prada Kiki Dimakamkan di Tasikmalaya
(MI/M Taufan SP Bustan)

KELUARGA almarhum Prajurit Dua (Prada) Kiki Kirwan, warga Dusun Cipigan, RT 01 RW 11, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang meninggal dalam tragedi jatuhnya pesawat helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, mendatangi Makodim 0612 Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Kami akan menjemput anak saya yang meninggal pada tragedi jatuhnya pesawat helikopter di Poso dan meminta agar Panglima TNI di Jakarta mengizinkan agar anak saya bisa dimakamkan di tempat kelahirannya di Kabupaten Tasikmalaya," kata ayah almarhum, Rusja, 53, Senin (21/3) di Makodim 0612 Tasikmalaya.

Rudja mengatakan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi di Poso, sang anak menyempatkan diri menelpon melalui telepon seluler dan mempertanyakan kesehatan ibu bapaknya, serta saudara-saudaranya. Kontak terakhir itu terjadi pada Sabtu (19/3) malam, tetapi keluarga sama sekali tidak memiliki firasat buruk terhadap almarhum Kiki.

"Almarhum sempat cuti pada November 2015 dan pulang ke tempat kelahirannya. Dia sosok yang baik di keluarga, penurut, ramah, sopan, dan mudah bergaul dengan siapa-siapa. Dia juga berencana melangsungkan pernikahannya setelah naik pangkat ke Pratu pada tahun depan," tutur Rusja.

Sementara itu, paman almarhum, Kopral Kepala (Kopka) Supriatno, mengungkapkan, almarhum memasuki TNI AD pada 2013 lalu dan ditempatkan langsung di Poso di Batalyon 714 Satyon Situ Maroso Poso selama 5 bulan di kompi senapan dan kemudian ditarik menjadi ajudan Danyon.

Setelah menjadi ajudan, Kiki sempat ditarik kembali ke Palu dan dijadikan sebagai ajudan Kolonel Inf Saiful Anwar sebagai Danrem 132 yang juga turut meninggal dalam peristiwa itu. Almarhum baru tiga minggu bertugas sebagai ajudan Danrem.

"Kami dari kesatuan Armed IV 150/GS Cimahi Bandung akan berangkat ke Jakarta dan berencana menjemput almarhum, karena semua keluarga menginginkannya ditempatkan di tempat kelahirannya di Kabupaten Tasikmalaya agar teman, sahabat, keluarga, dan saudara pun bisa setiap waktu ke makamnya," katanya.

Sementara itu, Kasdim 0612 Tasikmalaya Mayor Inf Junaedi mengungkapkan, pihaknya telah menerima petunjuk dari atas untuk mendatangkan keluarga almarhum ke Jakarta. Namun, jika keluarga menginginkan almarhum dibawa ke tempat kelahirannya tergantung keputusan nanti dari pusat.

"Kami telah berupaya memfasilitasi keluarga untuk berangkat ke Jakarta dan kami juga telah mengirimkan anggota untuk menggelar tahlilan di rumah duka selama 7 hari," paparnya. (AD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya