Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia menemukan fakta bahwa 7 dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan. Berbekal dengan adanya data dari fakta tersebut, serta mendukung Peraturan Menteri Kesehatan No. 42 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang dalam pesan ke-6 yang berbunyi Biasakan Sarapan, Energen kembali menggalang komitmen masyarakat untul membiasakan sarapan sehat melalui Gerakan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9.
Marketing Director PT Mayora Indah Goemawan mengatakan bahwa untuk membebaskan Indonesia dari masalah kekurangan gizi masih cukup panjang.
"Berbekal data dari Pergizi Pangan dan mendukung program pemerintah, Energen terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat melakukan sarapan sehat sebelum jam 9," ujarnya dalam kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (20/3).
Gerakan yang dilakukan dalam menyemarakkan Pekan Sarapan Nasional 2016 yang dilaksanakan secara serentak di lima kota, ialah Jakarta, Yogyakarta, Jember, Lampung, dan Medan.
Ketua Pergizi Pangan Indonesia Fachrudin Hardinsyah mengatakan bahwa komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang sarapan sehat sebelum jam 9 harus terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dengan membiasakan anak untuk sarapan sehat sebelum jam 9, maka anak tetap bertenaga dan bersemangat untuk belajar. Hal ini tentu dapat meningkatkan kecerdasan dan daya tangkap anak.
"Masyarakat masih banyak berpikir bahwa sarapan itu asal mengenyangkan saja, padahal dibutuhkan gizi lengkap," ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, sarapan sehat harus terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral. Selain itu, pemenehuan gizi seimbang harus pula diikuti dengan pola hidup sehat dan tidur yang cukup.
"Kalau anak-anak belum mengerti, kita lakukan sosialisasi kepada para orangtua. Untuk memicu keluarga, perlu peran lain di luar keluarga. Misalnya guru, tenaga kesehatan, dan media," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved