Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SULAWESI Utara dikenal dengan keindahan taman bawah lautnya. Salah satu objek wisata bawah laut di provinsi itu yang mendunia ialah Bunaken. Namun, ada salah satu objek menyelam lainnya yang belum banyak diketahui para pecinta olahraga air, yaitu Teluk Buyat.
Teluk Buyat terletak di Minahasa Tenggara, sekitar 3 jam perjalanan darat dari Manado. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui keindahan alam bawah laut di teluk tersebut. Bagi pecinta olahraga air, tempat ini merupakan salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi.
Beberapa titik penyelaman favorit di teluk tersebut berada di dekat Pulau Racun. Terdapat terowongan alami di bawah laut yang terbentuk dari karang-karang. Kumpulan karang-karang tersebut ada yang berbentuk seperti jembatan di bawah laut. Pemandangan bawah laut Teluk Buyat sangat indah, lantaran kondisi terumbu karangnya yang terjaga. Dengan keindahan yang dimiliki itu, menikmati panorama bawah laut Teluk Buyat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Hal itu pula diakui pakar ekologi terumbu karang Universitas Sam Ratulangi Laurentius TX Lalamentik. “Rata-rata area tutupan terumbu karang di atas 56% sampai 70%. Bahkan, di beberapa lokasi ada yang sampai 90%,” ujarnya kepada Media Indonesia saat berkunjung ke Teluk Buyat, pertengahan Desember tahun lalu itu.
Dengan tingkat tutupan terumbu karang yang berada di atas 70% itu, terumbu karang di teluk itu masuk kategori baik. Adapun kategori buruk, yakni 0-25%, 26%-50% kategori cukup, 51%-75% kategori baik, dan 76%-100% masuk kategori sangat baik.
Kondisi terumbu karang yang terjaga baik ini berkat kondisi air yang masih alami,. Menurut Laurentius, perubahan temperatur 1-2 derajat celsius saja bisa merusak karang. “Apalagi bila air laut mengandung limbah beracun. itu bisa merusak kulit karang sehingga hanya tinggal kerangkanya saja. Kerangkanya tidak berfungsi selain hanya menjadi batu.”

Meski demikian, sebelumnya, kondisi terumbu karang di Teluk Buyat sempat rusak akibat aktivitas warga sekitar yang mencari ikan dengan cara pengeboman atau menggunakan jaring insang. Belum lagi serangan bintang laut berduri yang memakan kulit terumbu karang pada 1997-2000. Kenaikan suhu laut pun menyebabkan bleaching ataupun pemutihan karang.
Environmental Manager PT Newmont Minahasa Raya Jerry Kojansow mengungkapkan berdasarkan survei yang dilakukannya pada 1996-1997, ditemukan banyaknya aktivitas warga yang melakukan aktivitas illegal fishing yang menggunakan bom dan racun. “Kondisi sekarang justru kebih baik karena dijaga juga oleh polisi air,” ungkapnya.
Proyek reef ball
Untuk membantu menjaga kondisi terumbu karang yang sempat tergerus, dilakukan penanaman terumbu karang buatan (reef ball) yang merupakan inisiatif dari Newmont pada 1999.
“Newmont dengan inisiatif mencari alternatif lain untuk memperbaiki terumbu karang yang rusak. Pada 1999 dimulai proyek terumbu karang buatan atau reef ball yang berasal dari AS dan lisensinya dibeli Newmont,” tutur Jerry.
Pembuatan reef ball dilakukan di sekitar Teluk Buyat dengan melibatkan masyarakat lokal. Masyarakat dilatih untuk memproduksi reef ball sehingga menambah keahlian dan pendapatan mereka. Ada sekitar 3.000 reef ball yang disebar di seluruh Teluk Buyat.
Penempatan reef ball itu berdasarkan arahan dan masukan petunjuk mengenai daerah mana yang membutuhkan serta bekerja sama dengan yayasan dari Manado dan Universitas Sam Ratukangi.
“Pengaruh reef ball terhadap tempat berkumpulnya ikan dan karang-karang lain sangat bagus. Itu menunjukkan reef ball bisa jadi pilihan untuk memperluas daerah terumbu karang. Banyak yang menempel di terumbu karang dan otomatis mempersiapkan makanan untuk ikan-ikan herbivora. Ikan karnivora dan udang-udang akan berkumpul sehingga terciptalah rantai makanan di sana,” ujar Lalamentik.
Hal inilah yang membedakan Teluk Buyat dengan daerah lainnya sehingga menjadikannya sebagai salah satu daerah tujuan wisata bawah laut yang potensial untuk dikembangkan. Meski demikian, tetap perlu ada sinkronisasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan keberadaan terumbu karang. (Mus/S-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved