Anggrek Khas Merapi belum Pulih

Agus Utantoro
16/3/2016 11:35
Anggrek Khas Merapi belum Pulih
(MI/Ardi)

SETELAH erupsi besar 2010, anggrek khas Gunung Merapi yang tumbuh di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terlihat belum sepenuhnya pulih. Jika sebelum erupsi tercatat ada 97 jenis anggrek yang tumbuh di kawasan TNGM, survei terakhir yang dilakukan pada Juli 2015, tercatat baru ada 65 jenis yang ditemukan.

"Sampai saat ini anggrek khas Merapi di TNGM masih belum pulih sepenuhnya," kata pengendali ekosistem hutan TNGM, Widya Kridaningsih. Dia menjelaskan, banyaknya anggrek yang hilang itu karena dampak erupsi lebih yang banyak mengarah ke sisi selatan gunung, yang selama ini banyak ditumbuhi berbagai jenis anggrek.

"Di lokasi sisi selatan Gunung Merapi yang paling banyak hidup tanaman ini, seperti di wilayah Turgo dan Cangkringan," ujarnya.

Widya mengatakan dalam beberapa waktu terakhir ini, pembudi daya anggrek binaannya menemukan beberapa anggrek jenis baru dan diharapkan akan bertambah lagi saat survei selanjutnya.

"Survei selanjutnya nanti ke wilayah Kecamatan Cangkringan," ungkapnya. Musimin, seorang pembudi daya anggrek di Turgo, mengatakan untuk anggrek yang telah dikembangkan di kebunnya saat ini ada sekitar 70 jenis. "Ada beberapa temuan jenis anggrek baru, ada warga sekitar Turgo kadang memberi kabar kalau ada temuan anggrek jenis baru," ujarnya.

Menurut dia, tanaman-tanaman anggrek yang telah diadopsi masyarakat umum itu pun saat ini masih dirawatnya untuk kemudian dilepasliarkan.

Namun, tidak banyak warga di sekitar Gunung Merapi yang bersedia melestarikan tanaman khas nan cantik itu. "Butuh waktu sekitar dua tahun agar anggrek-anggrek bisa bertahan hidup setelah dilepasliarkan," kata Musimin.

Anggrek khas lereng Gunung Merapi, seperti Vanda tricolor, saat ini nyaris punah karena beberapa kali terkena dampak erupsi. Terjangan awan panas erupsi Merapi pada 1994 menghanguskan habitat aslinya, apalagi kawasan hutan lindung dan cagar budaya Plawangan, Turgo, pernah terbakar pada 2002, dan akibat awan panas erupsi pada 2006 serta 2010.

Anggrek berbunga putih bercak totol ungu kemerahan itu dahulu banyak dan tumbuh liar menempel di batang pohon tanaman keras di lereng selatan Merapi di wilayah Sleman, Yogyakarta.(AU/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya