Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SIRKUMSISI atau khitan sering kali menjadi momok bagi anak laki-laki di Indonesia. Mereka takut bakal sakit saat disunat. Orangtua pun kerap merasa risau. Selain khawatir anak mereka kesakitan, juga cemas kalau-kalau hasil khitan tidak indah secara estetika.
Kecemasan itu lumrah saja, mengingat tampilan alat kelamin juga memengaruhi kepercayaan diri dan kenyamanan anak laki-laki ketika mereka kelak dewasa. Karena itu, segi estetika menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan teknik sirkumsisi.
Seperti yang dilakukan dokter spesialis bedah saraf Mahdian Nur Nasution yang menciptakan alat sunat bernama Mahdian Klem. Penciptaan alat itu didasari atas pemikirannya bahwa semua pasien berhak mendapat hasil sirkumsisi yang baik secara estetika. Namun, sirkumsisi kadang dilakukan oleh dokter umum yang masih minim pengalaman dan kurang memperhatikan faktor estetika. Mereka tidak seterampil dokter bedah plastik dalam memotong kulit kulup sehingga hasil khitan tidak menarik.
"Nah, teknik sunat modern, seperti penggunaan klem, membantu memberikan hasil sirkumsisi yang baik secara kosmetik dengan cara yang cukup mudah. Selain praktis, klem sekali pakai juga mudah digunakan oleh dokter umum sekalipun. Cukup dengan menjalani pelatihan khusus, dokter umum dapat melakukan sirkumsisi dengan hasil yang tidak kalah rapinya dengan dokter berpengalaman," papar Mahdian di hadapan 120 dokter umum dan perawat yang mengikuti pelatihan dan workshop sirkumsisi di Yogyakarta, akhir Februari lalu.
Ia menjelaskan alat klem memiliki tiga komponen utama, yaitu tabung, penjepit klem, dan sekrup pengunci. Pada intinya, proses sirkumsisi menggunakan alat itu dilakukan dengan menjepit kulit kulup hingga nantinya terbentuk jaringan nekrotik (jaringan mati) yang akan terlepas sendiri. Konsepnya mirip seperti pada pembuangan tali pusar bayi.
Studi yang dilakukan di Turki menunjukkan sirkumsisi pada bayi dan anak-anak dengan menggunakan klem sekali pakai lebih cepat daripada teknik konvensional dan memberikan hasil yang lebih baik secara kosmetik. Studi lainnya membuktikan tindakan sirkumsisi pada pria dewasa dengan klem sekali pakai memiliki tingkat komplikasi yang rendah dan meningkatkan fungsi seksual.
"Pada akhirnya, sirkumsisi yang baik diharapkan tidak hanya mempermudah pria dalam membersihkan penis, tetapi juga meningkatkan kepuasan seksual dan rasa percaya diri pemiliknya," kata Mahdian yang juga pendiri klinik sirkumsisi Rumah Sunatan itu.(*/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved