Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI macam terapi semakin banyak dipilih masyarakat untuk mengatasi berbagai penyakit. Tidak jarang, jenis terapi risiko tinggi dipilih untuk dilakukan. Salah satunya seperti terapi yang dilakukan dengan menggunakan alat media hiperbarik oksigen (HBO).
HBO atau yang juga banyak disebut dengan hiperbarik yang dilakukan dengan menggabungkan oksigen murni dengan tekanan udara 1,3-6 atmosfer (ata) di dalam ruang udara bertekanan tinggi (RUBT) dianggap berisiko lantaran menggunakan peralatan yang rentan terbakar apabila tidak dilakukan dan diawasi dengan baik.
Selain human error akibat kelalaian, berbagai potensi kecelakaan pada HBO juga dapat terjadi apabila ada gangguan, seperti dari aliran listrik.
"Pada intinya, (HBO) itu memang alat terapi berisiko tinggi. Makanya sekarang kita bisa lihat masih sangat jarang yang menyediakan, khususnya di Indonesia," ungkap Pakar Kesehatan Hasbullah Thabrani saat dihubungi Media Indonesia, Selasa.
Hasbullah menjelaskan, untuk dapat menggunakan terapi tersebut, dibutuhkan ketersediaan fasilitas preventif keselamatan bagi pasien serta petugas yang bekerja. Sementara itu, juga diwajibkan menggunakan tenaga media yang telah berpengalaman dalam menggunakan setiap alat medis tersebut.
"Di Indonesia sebenarnya tenaga medis untuk terapi berisiko tinggi masih sangat jarang. Sehingga, kalau ingin melakukan terapi sejenis itu harus benar-benar dipastikan siapa tenaga medis yang melayani dan jaminan keamanannya," tambahnya.
HBO telah berkembang di berbagai negara maju di dunia sejak 1960-an. Terapi tersebut awalnya hanya digunakan sebagai salah satu bentuk pengobatan bagi penyakit dekompresi yang terjadi akibat aktivitas menyelam. Namun, seiring berjalannya waktu, HBO mulai banyak dipilih pasien sebagai terapi untuk berbagai penyakit berat lainnya, seperti jantung, kanker, dan diabetes.
"Memang secara alami terapi dengan cara itu memang akan berfungsi baik untuk tubuh. Walaupun untuk penyakit secara spesifik masih harus dilihat dan diteliti. Yang pasti itu memang untuk mengatasi dekompresi," ungkap Hasbullah.
Sementara itu, di Indonesia, HBO hingga saat ini masih terus dikaji. Belum banyak masyarakat yang mengetahui jenis dan proses berjalannya terapi yang umumnya hanya diketahui kelompok tertentu, seperti yang tersedia di RS Angkatan Laut tersebut.
"Di Indonesia memang belum diadopsi. Untuk dapat resmi diadopsi, terlebih dulu harus melalui penilaian prosedur kesehatan dari Kementerian Kesehatan," ungkap Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih. (Pro/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved