Lima PTN Dilatih untuk Perkuat Hilirisasi Hasil Riset

Syarief Oebaidillah
15/3/2016 23:13
Lima PTN Dilatih untuk Perkuat Hilirisasi Hasil Riset
(Oebai)

UNTUK menguatkan hilirisasi hasil penelitian dan produk inovasi perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bersama European Indonesia-Trade Cooperation Facility (EUIND-TCF) menggelar pelatihan untuk lima perguruan tinggi negeri (PTN).

Kelima PTN itu ialah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI) Depok, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 15-16 Maret itu, para peserta dilatih tentang teknologi transfer office (TTO) melalui dua program pelatihan, baik program pelatihan TTO maupun riset komersialisasi, dan dilanjutkan dengan mentoring. Dibimbing langsung oleh team leader Joe Miller dari EUIND-TCF dan Direktur Inovasi Industri Kemenristek Dikti Santoso Yudo Warsono.

“Dari kegiatan ini kami berharap ke depan seluruh PT di Indonesia dapat memperkuat program TTO yang notabene merupakan lembaga intermediasi di lingkup universitasnya. Kita berharap semua PTNBH mempunyai unit TTO, dalam tahap awal, 11 PTNBH sudah mengembangkan unit TTO ini,” ucap Santoso.

Program ini bertujuan meningkatkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam rangka memperkuat daya saing Indonesia. Program ini berupa pengembangan kapasitas dalam bentuk pelatihan dan pengawasan kepada perguruan tinggi, pusat unggulan inovasi, dan Science Techno Park.

Joe Miller, team leader dari EUIND-TCF mengatakan, TTO ini merupakan lembaga intermediasi yang membantu peneliti di universitas, yang hasilnya diharapkan bisa digunakan industri atau dunia usaha. Untuk itu diperlukan lembaga intermediasi atau disebut juga kantor HAKI di masing-masing unit kampus, dalam rangka membantu menyebarkan ide-ide atau hasil inovasi ke industri sehingga mereka dapat menggunakan hasil peneltiain untuk kemudian dikomersialisasi.

Dalam pelaksanaannya, Kemenristekdikti memperoleh bantuan tenaga ahli dari Oxford University, Inggris. Pada saat ini, Oxford University memberikan pelatihan komersialisasi riset kepada PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) dan LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian). Pelatihan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta untuk berkolaborasi dengan dunia usaha baik di Indonesia maupun di tataran internasional.

Oxford University dipilih karena pengalaman dan keberhasilannya dalam melakukan hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian baik di dalam Inggris Raya maupun di dunia internasional. (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya