Perguruan Tinggi Diminta Inisiasi Startup Ekonomi Kreatif

Ferdinand
15/3/2016 14:45
Perguruan Tinggi Diminta Inisiasi Startup Ekonomi Kreatif
(Triawan Munaf.--Antara/Puspa Perwitasari)

KEPALA Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf meminta perguruan membantu menginisiasi program startup bagi pelaku ekonomi kreatif yang sedang disiapkan.

Hal tersebut disampaikan Triawan saat memberikan kuliah umum Optimalisasi Potensi Ekonomi Kreatif untuk Perekonomian Nasional di Universitas Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (15/3).

Triawan memaparkan, inisiasi semacam itu telah diterapkan di beberapa negara, salah satunya di Singapura. Inisiasi tersebut dilakukan oleh National University of Singapore (NUS), dan terbukti berhasil memacu perkembangan ekonomi kreatif di negara itu. Ia yakin tidak terlalu sulit untuk menerapkan kerja sama serupa di Indonesia. Jika tidak ada aral melintang upaya tersebut bisa mulai diterapkan pada akhir 2016 ini.

"Kami sekarang sedang menyiapkan BEK-UP, yakni free startup program untuk pendidikan. Itu yang nantinya akan dikerjasamakan dengan perguruan tinggi," katanya.

Keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan, karena lembaga tersebut memiliki banyak kegiatan dan hasil riset yang bisa dimanfaatkan. Dengan demikian ke depan diharapkan mampu akan menciptakan dan mendorong inovator-inovator baru di bidang ekonomi kreatif.

Untuk mendukung upaya percepatan pengembangan ekonomi kreatif tersebut, Bekraf menyiapkan Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf) berbasis Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu untuk mengatasi kendala permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif yang baru memulai usahanya.

Rektor UNS, Ravik Karsidi menyambut baik rencana kerja sama untuk menginisiasi startup pelaku ekonomi kreatif itu. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri saat ini sendi-sendi ekonomi kreatif bangsa terus tergerus. Karena itu upaya untuk memacu pengembangan adalah sebuah keharusan. "UNS siap untuk menjadi pilar ekonomi kreatif," tegas Ravik. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya