Setelah Sekolah Bisnis, Prasetiya Mulya Akan Dirikan Universitas

MI
15/3/2016 07:47
Setelah Sekolah Bisnis, Prasetiya Mulya Akan Dirikan Universitas
(Dok.MI)

SETELAH 36 tahun mengelola sekolah bisnis dan ekonomi, Yayasan Prasetiya Mulya akan mendirikan Universitas Prasetiya Mulya dengan 11 program studi pada September 2017.

"Mengapa kami dirikan universitas? Indonesia akan mengalami demand pada perguruan tinggi. Itu dibarengi dengan jumlah penduduk usia perguruan tinggi memasuki masa puncak pada 2030. Kami harus merancang universitas sejak kini," ujar Ketua Yayasan Prasetiya Mulya Djisman Simandjuntak di Jakarta, kemarin (Senin, 14/3).

Ia juga melihat ada yang salah dalam pendidikan tinggi di Indonesia, yakni keterkaitan pendidikan tinggi dan dunia usaha yang lemah sehingga tertinggal dari beberapa negara di kawasan ASEAN.

"Akar masalah ketertinggalan karena negara kita menjadikan alam sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Ke depan kita harus mengandalkan industri sebagai penghela perekonomian," ujarnya.

Djisman menjelaskan program studi yang kelak jadi unggulan di Universitas Prastiya Mulya ialah software engineering, computer engineering, cultural tourism, food technology, business mathematic, energy engineering, business economic, product design engineering, dan international business law.

Ketua Persiapan Pendirian Universitas Prasetiya Mulya Djoko Wintoro mengatakan Universitas Prasetiya Mulya akan berbasis riset yang bisa diterapkan industri. "Sekitar 40% tenaga pengajar kami lulusan S-3. Ada pula dari kalangan industri."

Sementara itu, Prof Edie Toet Hendratno yang baru dilantik menjadi Guru Besar Universitas Pancasila (UP) bidang hukum tata negara di Kampus UP, kemarin, menyatakan perlu ada perlakuan berbeda dari pemerintah pusat atas institusi pendidikan dasar hingga tinggi di daerah.

"Kondisi tiap daerah berbeda. Meski kini kecenderungan mengarah ke sentralisasi, untuk pendidikan perlu perlakuan berbeda agar pendidikan bisa menggerakkan kesejahteraan rakyat di daerah itu," tutup Edie.(Ten/Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya