Alat Hiperbarik Terbakar, Empat Orang Meninggal

Nel/Kim/DA/X-8
15/3/2016 08:53
Alat Hiperbarik Terbakar, Empat Orang Meninggal
(MI/Arya Manggala)

TNI Angkatan Laut bersama Mabes Polri dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) masih meneliti penyebab terbakarnya alat hiperbarik oksigen ruang udara bertekanan tinggi pada saat penerapian pasien di RSAL Mintohardjo Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (14/3).

Akibat kejadian itu, tiga pasien dan seorang dokter meninggal.

Para korban ialah Irjen Purnawirawan Abubakar Nataprawira, 65, Edi Suwandi, 67, dokter Dimas, 28, dan Ketua Umum PGRI sekaligus anggota DPD RI, Sulistyo, 54.

"Kesimpulan sementara, empat korban meninggal akibat perubahan tekanan udara hingga menyebabkan luka bakar dan keracunan asap. Seluruh pihak RSAL menyatakan permohonan maaf atas insiden ini," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksamana Pertama M Zainudin.

Menurutnya, kebakaran ruang terapi ozon (chamber) itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Di dalam chamber ada percikan api kemudian ada asap tebal dan kebakaran. Akibatnya, empat orang di dalam chamber meninggal dunia.

Terapi ozon adalah pengobatan hiperbarik yang sering dilakukan para penyelam dan pasukan TNI untuk mengembalikan stamina. Pengobatan itu pula yang dilakukan oleh ketiga korban untuk mengembalikan kembali stamina mereka.

Sebenarnya, tambah Zainudin, chamber tersebut dilengkapi peralatan pemadaman api. Pintunya pun bisa didorong dari dalam. Namun, perbedaan tekanan udara menyebabkan pintu sulit dibuka.

"Kami sudah melakukan treatment sesuai prosedur. Setiap orang yang masuk atau keluar harus melepas semua material logam. Saat kejadian berlangsung, sebenarnya ada petugas operator untuk memonitor udara yang dilepas ke dalam chamber. Semua, kondisi alat, sistem, dan oksigen yang digunakan dalam keadaan baik," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua DPD RI Irman Gusman mengaku prihatin atas meninggalnya kolega sesama senator, Sulistyo. Ia pun mempertanyakan profesionalitas RSAL Mintoharjo dalam menjalankan prosedur operasional keamanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya