Tarian Jawa Trail Solo Hebohkan ITB Berlin 2016

Eko Rahmawanto
15/3/2016 01:21
Tarian Jawa Trail Solo Hebohkan ITB Berlin 2016
(ANTARA/Maulana Surya)

Empat jenis tari kreasi baru bertema Nusantara betul-betul menghebohkan audience di ITB Berlin 2016. Dua laki-laki dan tiga perempuan asli Jawa Tengah yang tergabung dalam Kelompok Solo Dance Studio, Jawa Trail, itu tampil ekspresif dengan gaya tari yang rancak dinamis.

Keempat gubahan Eko Supriyanto itu adalah Tari Gondang Batak, Tari Tapak Sayap Berjapin, Tari Legong Kipas dan Tari Tregel Banyumasan.

Musik tradisional Gondang Tapanuli, kombinasi fluit dan gendang khas Batak itu ditabuh dengan ritme cepat.

Kelima penari itu, Putri Pramesti, Wirastuti, Astri Kusuma, Danang Cahyo dan Hafid Ponx menapak di atas panggung dengan gerakan khas wayang golek yang kaku-kaku lucu. Ratusan orang yang menyaksikan sambil merekam dengan kamera HP-nya senyum-senyum sendiri.

Terkadang ikut menggerakkan kepala, leher, pinggul, kaki dan tangannya. Mereka seperti terhipnotis untuk mengikuti sang penari yang semuanya lulusan S-2 ISI Surakarta, yang berpusat di Kampus Kentingan itu.

“Tari Gondang Batak ini memang kolaborasi antara vokabuler tari tradisi Jawa dengan music Batak. Ini tarian khusus selamat datang, di tampilkan biasanya di awal pertunjukan untuk memberi suasana ceria dan jenaka,” kata penari Putri Pramesti, yang lulus S-2 tahun 2014 itu.

Tarian yang menggunakan kostum Jawa itu bersarung batik itu dipuji banyak orang, termasuk menjadi objek foto-foto bagi bule yang ikut terkagum-kagum. Tari itu pernah ditampilkan di program Indonesia Mencari Bakat tahun 2103, mengiringi Sandrina, si penari jaipong yang kecil itu.

“Tari ini juga pernah ditampilkan di Dance Box Festival di Osaka Jepang, 2006. Durasinya sebenarnya bisa 9-10 menit, tapi di Berlin hanya dimainkan 5 menit saja,” tambah Danang, Asisten Dosen Koreografi ISI Solo itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya