Universitas Prasetiya Mulya Utamakan Kolaborasi dengan Industri

Teguh Nirwahyudi
14/3/2016 22:53
Universitas Prasetiya Mulya Utamakan Kolaborasi dengan Industri
(Istimewa)

SETELAH 36 tahun mengelola sekolah bisnis dan ekonomi, Yayasan Prasetiya Mulya akan mengembangkan sayapnya dengan mendirikan universitas. Universitas Prasetiya Mulya yang memiliki 11 program studi tersebut akan memulai masa perkuliahannya pada September 2017.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Yayasan Prasetiya Mulya Djisman Simandjuntak kepada para sejumlah wartawan di Jakarta, Senin (14/3). "Kami menilai ada yang salah dalam pendidikan tinggi kita. Keterkaitan pendidikan tinggi kita dengan dunia usaha sangat lemah. Oleh karena itu, Indonesia tertinggal dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara," kata Djisman menjelaskan latar belakang pendirian universitas yang akan diresmikan Kamis (17/3) tersebut.

Pangkal persoalan dari ketertinggalan tersebut, lanjut Djisman, karena selama ini negara kita menjadikan sumber daya alam sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Padahal kita tahu tren harga komoditas yang berasal dari sumber daya alam terus menurun dan persediaannya pun kian menipis. Selain itu, tenaga kerja kita masih mengandalkan kerja keras, ketekunan, dan kerajinan semata.

"Ke depan, kita tidak bisa lagi menggantungkan diri pada hal tersebut untuk menggerakkan perekonomian. Untuk ke luar dari situ ekonomi kita harus tumbuh dua digit dalam jangka waktu panjang. Kita harus mengandalkan industri sebagai penghela perekonomian," ujar Djisman.

Program studi yang kelak menjadi unggulan di Universitas Prastiya Mulya, lanjut Djisman, yakni software engineering, computer engineering, cultural tourism, food technology, business mathematic, energy engineering, business economic, product design engineering, dan international business law.

"Mengapa kami mendirikan universitas? Indonesia akan mengalami demand terhadap perguruan tinggi. Hal ini dibarengi dengan jumlah penduduk usia perguruan tinggi di Tanah Air memasuki masa puncak pada 2030. Jadi, kami harus merancang universitas sejak sekarang," ungkap Djisman.

Di sisi lain, Ketua Persiapan Pendirian Universitas Prasetiya Mulya Djoko Wintoro menambahkan pendirian universitas tersebut juga didorong oleh banyaknya perguruan tinggi yang tidak berkolaborasi dengan pelaku industri. "Universitas kami akan berbasis riset yang dapat diterapkan oleh industri. Sekitar 40% tenaga pengajar lulusan strata 3. Ada pula pengajar dari kalangan industri. Mereka akan terlibat dalam penyusunan kurikulum, evaluasi, dan menampung para mahasiswa untuk magang." (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya