Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA dan keluarga berperan sangat penting dalam menentukan tumbuh kembang anak. Kendati menjadi pendidik terpenting, sering kali orang tua tak siap. Karena itu, masyarakat mesti menyadari perannya ketika menjadi orang tua sebagai pendidik.
"Dalam mendidik, apalagi mendidik anak, bagi orangtua tak ada satu rumus yang dipakai untuk semua," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan saat membuka Seminar Pendidikan Keluarga Duta Oase Cinta di Jakarta, baru-baru ini.
Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama Kemendikbud dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) yang dihadiri sejumlah istri dari menteri-menteri kabinet.
Anies menjelaskan, sering kali orangtua menerapkan rumus yang sama dengan yang dialami dahulu dalam mendidik anak. Padahal, orangtua hidup di era yang berbeda dengan anak. Terlebih, dengan kemajuan di bidang teknologi komunikasi saat ini, misalnya pertumbuhan jaringan internet dan media sosial yang kian marak digandrungi remaja. Dampaknya, ada saja remaja yang belum dapat memanfaatkan medsos secara positif.
Oleh sebab itu, kata Anies, diperlukan pendekatan baru dalam mendidik dan mengasuh anak yang harus mengalami penyesuaian.
Menurut dia, setiap anak lahir sebagai pembelajar. Anak akan belajar dari semua yang ia temui, dan akan mencoba mengetahui hal tersebut. Namun tugas orangtualah yang menuntun anak, bukan menuntut anak. Hal seperti ini memang tampak sederhana, tetapi implikasi dalam proses pendidikan anak sangat besar.
"Tetapi di sisi lain, kecemasan juga terjadi karena informasi yang terlalu banyak dan simpang siur," cetusnya.
Masyarakat membutuhkan panduan dan bertukar pengalaman sehingga dapat melakukan yang terbaik untuk anak. Hal itu pula yang turut mendasari dibentuknya Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas). Anies berharap direktorat tersebut menjadi wadah untuk belajar dan berbagi, sebagaimana trisentra pendidikan yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara yang terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bisa bahu membahu merawat ekosistem untuk tumbuh kembang anak-anak.
Sementara itu, Dirjen PAUD-Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar menegaskan, pendidikan keluarga harus menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam program pendidikan tersebut. "Keluarga merupakan guru yang pertama dan utama. Keteladanan orangtua merupakan investasi yang tidak ternilai bagi putra-putri kita," cetusnya.
Ketua Dharma Wanita Kemendikbud Fery Farhati juga mengajak para orangtua atau keluarga dapat meluangkan waktu bersama dan mengungkapkan rasa cinta pada anak. Sebab, kehadiran orangtua atau keluarga amat berharga bagi anak ketimbang mainan bernilai mahal sekalipun.
Pada bagian lain, Ketua Bidang Pendidikan Karakter OASE-KK Ratna Megawangi menambahkan, para Duta Oase Cinta akan menjadi wakil OASE KK dalam melaksanakan program keluarga kepada para orang tua di daerah.
Sedangkan Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Sukiman mengaku telah mengembangkan laman Sahabat Keluarga yang menyajikan tips pendidikan keluarga, kisah keluarga hebat, dan sekolah keren yang dapat diakses pada laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. Pada 2015, Kemendikbud juga telah melakukan penguatan program kemitraan keluarga di 600 satuan pendidikan mulai tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan satuan pendidikan nonformal. (Bay/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved