Mampukah Ayurveda Menghalau Kanker?

Zubaidah Hanum
11/3/2016 05:45
Mampukah Ayurveda Menghalau Kanker?
(MI/Zubaidah Hanum)

AYURVEDA merupakan salah satu teknik pengobatan kuno dari India yang berbasis tanaman obat. Kata Ayurveda berasal dari dua kata sansekerta, yakni 'ayu' yang bermakna hidup dan 'veda' (weda) berarti ilmu. Dengan demikian, Ayurveda bisa diartikan sebagai ilmu kehidupan.

Bersumber dari Kitab Weda, sistem penyembuhan ala India ini telah berkembang sejak 6.000 tahun lalu yang dibukukan oleh ahli herbal Charaka dan bedah Shushruta. Namun, mampukah teknik pengobatan kuno Ayurveda menghalau penyakit kanker yang paling ditakuti saat ini?

"Jadi, saat ini produk Ayurveda kami tidak bisa membunuh kanker. Tapi, membantu angkat kualitas hidup penderitanya," ucap lulusan sarjana farmasi yang juga pengusaha suplemen herbal Ayurveda asal India, Roopam Y Bhatt, ketika Media Indonesia mengunjungi pabriknya di Kawasan Industri Tarapur, Maharashtra, India, akhir Februari lalu.

Managing Director Welex Laboratories Pvt Ltd itu menjelaskan suplemen herbal yang diracik berdasarkan teknik Ayurveda bertujuan untuk mencegah penyakit dan memperbaiki kesehatan seseorang. Jadi, lebih bersifat preventif. Welex merupakan perusahaan pengekspor produk herbal Ayurveda selama 37 tahun terakhir.

Di Indonesia, produk Ayurveda dipasarkan melalui PT K-Link Nusantara, sebuah perusahaan multi level marketing yang telah eksis selama 13 tahun ini. Menurut Roopam, dua produk ramuan Ayurveda yang bisa dikonsumsi oleh pasien kanker ialah K-AyuDerme untuk mengatasi gangguan kulit pascakemoterapi dan K-AyuLite untuk meningkatkan daya tahan (imun) tubuh.

Racikan 15 herbal di dalam kapsul K-AyuDerme berkhasiat untuk membersihkan darah, mendetoksifikasi tubuh, astrigen, antiseptik, antiradang, dan memperkuat fungsi hati.

Sementara, K-AyuLite merupakan kombinasi herbal yang melindungi, mengatur, dan membantu menguatkan fungsi hati agar dapat mengabsorsi dan memurnikan darah lebih baik. Produk ini mengombinasikan 11 bahan herbal yang sebagian besar hanya terdapat di pegunungan India.

"Ke depan, kami akan terus meriset herbal-herbal Ayurveda untuk penanganan kanker. Jadi, tidak perlu banyak obat. Cukup dalam satu kapsul saja," ungkap Roopam, yang berayahkan seorang dokter itu.

Di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian nomor tujuh di Indonesia dengan persentase 5,7% dari seluruh penyebab kematian. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 per 1.000 penduduk atau setara dengan 347 ribu orang.

Dari sekian banyak kanker yang menyerang masyarakat Indonesia, kanker payudara dan kanker leher rahim masih menjadi penyakit kanker tertinggi yang diderita wanita. Adapun untuk laki-laki ialah kanker usus besar (kolorektal) dan kanker paru. (Zhi/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya