Lima Orang Utan Ditemukan Hangus Terbakar di Kaltim

Retno Hemawati
04/3/2016 10:50
Lima Orang Utan Ditemukan Hangus Terbakar di Kaltim
(ANTARA/Regina Safri)

TIGA orang utan betina dan dua anaknya ditemukan hangus terbakar setelah terperangkap kobaran api dalam kebakaran hutan di Bontang, Kalimantan Timur, yang lokasinya berdekatan dengan Kutai National Park. Kebakaran itu dipercaya sebagai usaha ilegal untuk pembukaan lahan.

Orang utan itu ditemukan di antara sisa-sisa api dari kayu yang terbakar dalam keadaan mengenaskan. Tubuh mereka dalam posisi telentang dan seringai kesakitan terlihat wajah mereka.

Petugas Kutai National Park, Dede Hidayat, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah melihat gambar yang tersebar di media sosial.

"Kami pergi ke tempat kejadian yang lokasinya sekitar 1 kilometer di luar taman nasional dan kami menemukan orang utan itu terbaring di tanah dalam kondisi bekas terbakar," kata dia, kemarin (Kamis, 3/3).

Pihak berwenang dan polisi kini sedang menyelidiki kasus itu. Belum ada yang tertangkap. Namun, jika di kemudian hari ada yang terbukti bersalah, pelaku akan menghadapi ancaman tuntutan lima tahun penjara karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar.

Kelompok pecinta lingkungan Centre for Orangutan Protection (COP) juga membantu pihak berwenang untuk menyelidiki kasus itu. COP juga menduga api berasal dari pembukaan lahan secara ilegal yang dilakukan petani.

Pembukaan lahan sebagian besar dimanfaatkan untuk membangun jalan yang menjadi akses menuju perkebunan kelapa sawit. Hal itu, menurut COP, sering dilakukan di Indonesia dan memberikan kontribusi pada kerusakan habitat alami sehingga banyak spesies yang terancam punah.

Terkait dengan orang utan yang tewas itu, COP kemudian melakukan autopsi. "Kami mendapatkan hasil orang utan itu berusia 20, 10, dan kurang 1 satu tahun," kata pendiri COP, Hardi Baktiantoro.

Selain menghadapi bahaya pembakaran hutan, primata itu juga menghadapi ancaman lainnya. Mereka kadang-kadang menjadi target warga desa yang menganggap orang utan sebagai hama. Orang utan juga ditangkap pemburu yang ingin menjual mereka sebagai hewan peliharaan.(Eno/AFP/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya