Jalur SBMPTN Dinilai Lebih Membanggakan

Syarief Oebaidillah
03/3/2016 23:36
Jalur SBMPTN Dinilai Lebih Membanggakan
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

MENURUNNYA sekolah yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 diperkirakan dikarenakan sejumlah hal. Saat ini, 5.810 sekolah tidak mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) SNMPTN 2016.

Menurut pakar pendidikan M Abduh Zen, hal tersebut terjadi karena adanya pembatasan penurunan kuota SNMPTN tahun ini dari 50 persen menjadi 40 persen yang membuat pihak sekolah atau siswa beranggapan tidak perlu ikut SNMPTN. Penyebab lain karena pengurangan kuota itu berdampak pada persaingan yang mungkin lebih ketat.

"Nah, sebagian siswa tak merasa lebih bangga diterima lewat SNMPTN ketimbang Seleksi Bersama Masuk PTN atau SBMPTN yang ditempuh melalui ujian," ungkap Abduh Zen yang juga dosen Universitas Paramadina, Kamis (3/3).

Ia melanjutkan bahwa SBMPTN ditempuh melalui proses seleksi ujian yang dinilai relatif lebih objektif dibandingkan SNMPTN. "Sebagian siswa menganggap proses SNMPTN lebih subjektif. nilai-nilai diatur sedemikian rupa sejak awal sehingga memenuhi syarat untuk masuk jalur undangan. Beberapa siswa mengaku lebih bangga lulus SBMPTN," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya