Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA angka pernikahan dini di Indonesia menjadi penyebab utama berbagai masalah yang timbul, termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, pernikahan dini juga menghilangkan banyak kesempatan bagi anak termasuk kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas.
"Sangat disayangkan angka perkawinan usiadini di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah tidak cukup melakukan sosialisasi atau melakukan pendekatan hukum," ujar Anggota Komisi VIII Tri Murny seusai Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI dengan Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Senin (29/2).
Selain itu, Tri juga mengungkapkan, pemerintah harus melakukan peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan melalui pendekatan terhadap orang tua. Rendahnya perhatian orang tua terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anaknya menjadi salah satu penyebab utama maraknya praktik pernikahan dini di Indonesia.
Ia menilai bahwa tingginya angka perceraian akibat meluasnya pernikahan di usia dini membawa dampak yang luas bagi masyarakat. Hal tersebut menyebabkan banyaknya kasus dimana perempuan muda harus menjadi orang tua tunggal saat terjadi perceraian akibat pernikahan usia dini. "Ini akibat rentannya pasangan keluarga tersebut," tegasnya.
Selain itu, dalam paparannya dia menjelaskan perkawinan anak usia dini seringkali terjadi dengan alasan “kedaruratan pergaulan bebas”. Masih banyak masyarakat yang beranggapan untuk menghindari terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja dengan menikahkan mereka dengan cepat, bukan dengan melakukan upaya peningkatan pendidkan dan berbegai kegiatan lain yang bermanfaat untuk kalangan remaja.
“Karena itu pemerintah harus terus mengajak masyarakat untukmematangkan jiwa anak terlebih dahulu, khususnya dalam pendewasaan usia pernikahan, penyadaranmya melalui pendidikan," pungkasnya.
Tingginya angka pernikahan dini terutama di daerah terpencil Indonesia hingga saat ini memang diungkapkan menjadi penyebab utama terjadinya berbagai konflik dalam rumah tangga. Ketidaksiapan mental dan materi orang tua yang menikah dalam usia yang belum matang menjadi faktor utama berbagai tindak kekerasan dan kemiskinan dalam keluarga.
Saat ini, menurut data penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015 menyebutkan, sekitar 2 juta perempuanIndonesia usia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah. Angka itu diperkirakan meningkat menjadi 3 juta orang pada 2030. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved