Teknologi Komputerisasi Sebuah Kebutuhan

Wibowo
25/2/2016 02:31
Teknologi Komputerisasi Sebuah Kebutuhan
(THINKSTOCK)

SEBUAH studi tentang masa depan ketenagakerjaan yang dilakukan C Frey dan M Osborne di Inggris memaparkan ada ratusan profesi dari 702 profesi yang diramalkan bakal tergerus akibat penerapan teknologi komputerisasi di berbagai bidang.

Akuntan dan ahli perpajakan ialah dua profesi yang terancam tergerus.

Apa sebabnya? Laporan yang membahas satu aspek keuangan saja dinilai sudah tidak memadai bagi investor, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Mereka membutuhkan dan menuntut laporan yang lebih menyeluruh (integrated reporting).

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology Heru Sutadi mengaku sependapat akan hasil riset tersebut.

Menurutnya, individu yang bekerja di sektor perpajakan dan akuntansi harus mengetahui, memahami, dan memanfaatkan perkembangan teknologi komputerisasi dalam melaksanakan profesinya.

Ketersediaan perangkat lunak (software) dalam pekerjaan harus dikuasai secara optimal.

Tingginya dan kompleksitas permintaan pada pekerjaan, lanjutnya, menuntut teknologi komputerisasi, sedangkan sistem manual hanya bisa diimplementasikan untuk kebutuhan skala rendah.

"Kalau perorangan bisa, tetapi bila menangani kategori perusahaan akan rumit bila dilakukan secara manual," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Jakarta, kemarin.

Untuk sektor perpajakan, lanjut Heru, membahas berbagai aturan seperti perhitungan pajak penghasilan pribadi (pph21) dan pajak penghasilan badan usaha.

Perkembangan tersebut membutuhkan pengetahuan di teknologi komputerisasi.

Selain perpajakan, bidang akuntansi juga dituntut untuk melakukan perubahan dan memahami teknologi komputerisasi.

Untuk itu, Heru meminta lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi untuk membangun ekosistem dan menciptakan iklim yang dapat memenuhi perkembangan teknologi komputerisasi.

Dihubungi secara terpisah, praktisi pendidikan dari Universitas Gunadarma Budi Hasmana mengakui perguruan tinggi kini telah mengembangkan teknologi komputerisasi yang bertujuan memenuhi permintaan dari pemberi kerja.

Hal itu pula yang dilakukan Universitas Gunadarma.

Menurut Budi, dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia yang siap di dunia kerja, sistem pendidikan di Universitas Gunadarma selalu mengikuti perkembangan zaman.

Sistem manual dalam akuntansi kini telah bergeser ke teknologi komputerisasi. Begitu juga dengan profesi perpajakan yang sudah berubah.

Budi mengatakan kegiatan audit saat ini telah memanfaatkan teknologi informasi melalui digitalisasi.

"Dulu konvensional dengan berkas. Kini ahli atau pakar di kedua bidang tersebut harus memahami teknologi informasi yang menjadi tuntutan pasar," jelasnya.

Perguruan tinggi dalam negeri, sambung Budi, telah mengembangkan pendidikan yang mengarah teknologi komputerisasi dengan kerangka kurikulum yang didesain dengan kebutuhan sehingga ancaman tergerusnya profesi karena teknologi komputerisasi dapat diantisipasi.

"Jadi hal itu bukan sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan," pungkas Budi.

Ikuti perkembangan

Hal senada diakui anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Ito Warsito.

Menurut Ito, lembaga pendidikan nasional sudah memahami dan mengikuti perubahan zaman akibat perkembangan teknologi.

"Dalam kuliah akuntansi selalu ada kuliah sistem informasi."

Sistem kuliah itu, tambah Ito, membantu para akuntan untuk beradaptasi terhadap perubahan teknologi, terutama teknologi informasi.

Ahli akuntansi telah memanfaatkan teknologi informasi untuk pelaporan ataupun audit keuangan, bahkan sudah ada profesi auditor yang besertifikasi untuk melaksanakan fungsinya melalui sistem.

Menurutnya, perusahaan umumnya sudah memanfaatkan elektronik untuk pengendalian hingga pelaporan keuangan dengan menggunakan dasar informasi akuntansi.

"Kecuali mungkin usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," papar Ito.

Bahkan, sistem untuk perusahaan terbuka telah berkembang dengan metode extensible business reporting language (XBRL) yang memungkinkan laporan keuangan bisa diunduh (download) dan dibaca dengan berbagai bahasa.

(S-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya