LGBT Ingin Hancurkan Generasi Muda Indonesia

Sonny Budi
22/2/2016 00:06
LGBT Ingin Hancurkan Generasi Muda Indonesia
()

MENYERUAKNYA polemik lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) yang kini santer di Indonesia diduga merupakan sebuah serangan pihak tertentu dengan tujuan akhir menghancurkan generasi muda Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Jawa Barat, Minggu, (21/2).

"Jangan-jangan ini sebuah serangan untuk melemahkan generasi muda kita ke depan, sehingga generasi muda kita menjadi lemah dan tak berdaya, kemudian peradaban kita hancur. Ini cuma tebakan saya saja," kata pria yang akrab disapa Aher itu.

Persoalan LGBT ini, merupakan sebuah penyakit penyimpangan seksual tidak wajar. Hal ini, ucap Aher, jika dibiarkan dapat meracuni bangsa. Selain merusak moral, peradaban tentunya merusak kesehatan bangsa. Karena itu, LGBT harus dihapus dan tak boleh muncul kembali di negera timur seperti Indonesia ini.

"Pemerintah tidak tinggal diam menyikapi persoalan ini. LGBT menjadi perhatian serius kami (pemerintah). Kita akan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan bangsa ini, kita lakukan demi masa depan generasi muda kita, demi masa depan bangsa kita dan demi peradaban bangsa kita, demi keharmonisan bangsa ini. Jangan sampai racun ini menyebar," tegas dia.

Ini, tambah dia, merupakan bagian dari tugas dan upaya pemerintah untuk menata masa depan bangsa ini dengan baik. "Kita tata bangsa ini dengan baik, kita harus menjaga warga Jawa Barat ini dengan baik dari segala penyimpangan apapun. Kita harus menjaga generasi muda ini dari racun dan bahaya LGBT," katanya.

Dilihat dari kacamata sosial, lanjut Aher, LGBT ini tentu membahayakan. Sebagai normalnya, sambung dia, kehidupan manusia, laki-laki perempuan itu menikah, kemudian mempunyai keturunan melanjutkan regenerasi, melanjutkan estafet kehidupan sampai hari kiamat tiba.

"Kalau hubungan sesama jenis itu kan tidak akan menghasilkan keturunan. Lesbian tidak akan punya keturunan, homo pun apalagi. Iya kan?. Oleh karena itu ini gejala tidak normal, perilaku menyimpang," tegas Aher. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya