Pengungsi Berpotensi Timbulkan Masalah di Indonesia

Budi Ernanto
18/2/2016 17:51
Pengungsi Berpotensi Timbulkan Masalah di Indonesia
(Ilustrasi--ANTARA/Andika Betha)

INDONESIA selama ini hanya menjadi tempat transit bagi para pencari suaka. Mereka umumnya hanya melintas atau menetap sementara untuk menuju Australia.

Menjadi penampung bagi para pengungsi itu berpotensi memunculkan masalah. Antara lain dikarenakan kultur yang berbeda. "Misalnya, pengungsi dari Timur Tengah bawa tanaman yang disini dianggap narkoba," kata Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Umar Fana, Kamis (18/2).

Terkait itu, tidak ada jaminan yang benar-benar memastikan bahwa pengungsi memang tidak membawa narkoba. Selain itu, pengungsi juga dipastikan membawa paham berbeda dengan yang dianut masyarakat Indonesia dan bisa saja itu dianggap sebagai terorisme.

"Masalah lain yang bisa muncul ialah tentang kehidupan sosial. Kita lihat di kawasan Puncak, Jawa Barat (Jabar). Di sana sudah seperti di Arab Saudi saja. Tulisan-tulisan yang ada pakai Bahasa Arab," kata Umar lagi.

Dari catatan Umar, daerah yang dijadikan tempat penampungan sementara para pencari suaka ialah di Puncak, Sukabumi (Jabar), dan kepulauan Nusa Tenggara. Selain itu, umumnya daerah selatan Indonesia juga jadi pilihan.

Adapun jajaran Umar baru-baru ini menangkap MA, buronan Polres Rote, Nusa Tenggara Timur yang diduga berupaya menyelundupkan imigran ke Selandia Baru. MA sudah dicari-cari sejak Mei tahun lalu dan baru tertangkap di Puncak setelah ada permintaan dari Polres Rote.

Umar mengatakan MA tidak ditangani pihaknya karena kejadiannya ada di wilayah hukum Polres Rote. Berkas perkaranya, pun juga sudah dikirim ke Polres Rote.

"MA berusaha menyelundupkan 25 orang yang rata-rata dari Bangladesh, Myanmar, dan Timur Tengah ke Australia, tapi gagal. Saat mau ke Selandia Baru, logistik habis dan terdampar di Rote," ujar Umar. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya