Virus Zika Berpotensi KLB di Indonesia

Puput Mutiara
17/2/2016 18:35
Virus Zika Berpotensi KLB di Indonesia
((AP Photo/Ricardo Mazalan, File))

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) telah meminta semua negara untuk mewaspadai ancaman penyakit yang disebabkan virus zika. Di Indonesia, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman juga telah melaporkan hasil temuan virus zika di Jambi beberapa waktu lalu.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan sampel darah ketika ada kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) antara Desember 2014 hingga April 2015.

"Dari 100-an sampel itu negatif, tapi setelah diuji beberapa panel ada satu yang positif. Bisa jadi berpotensi KLB kalau ditemukan karakteristik yang sama, apalagi curah hujan seperti ini," ujar Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio saat Diskusi Panel Virus Zika di Jakarta, Rabu (17/2).

Ia menjelaskan, para peneliti di Indonesia sedang mencari karakteristik lebih lanjut dari virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes termasuk Aedes Africanus, Aedes Apicoargenteus, Aedes Leuteocephalus. Aedes Aegypti, Aedes Vitattus, Aedes Furcifer, dan Aedes Albopictus.

Berdasarkan kajian filogenetik, virus zika yang ditemukan di Jambi dan kemudian diisolasi itu memiliki kedekatan dengan virus zika Asia yakni virus berukuran 10,8 kb dari family Flaviviridae, satu family dengan virus dengue.

Faktanya, virus zika tidak hanya ditemukan di Indonesia. Selain Brazil dengan 1,5 juta penduduknya yang terinfeksi, negara Asia lainnya seperti Thailand juga melaporkan ada tujuh kasus yang ternyata memiliki kedekatan dengan virus zika Asia.

"Perlu dilakukan survaillance, baik terhadap pasien maupun vektor nyamuknya. Seperti kasus di Jambi, kita tahu dia dia bukan tipe orang yang suka bepergian. Jambi pun bukan kota metropolitan," ungkap Amin. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya