Dua Pekan, 7 Pasien DBD Meninggal

MY/JS/YK/N-2
13/2/2016 00:30
Dua Pekan, 7 Pasien DBD Meninggal
(ANTARA/Ampelsa)

KORBAN meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) terus bertambah.

Dalam dua pekan, tujuh dari 37 pasien DBD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu tewas.

"Tujuh pasien DBD yang meninggal ialah anak-anak yang dirujuk dari rumah sakit dari Kabupaten Seluma dan Mukomuko," kata Wakil Direktur RSUD M Yunus Bengkulu Zulki Maulub di Bengkulu, kemarin.

Dari 37 pasien tersebut, lanjut dia, sebanyak 20 dirawat di ruang intensive care unit (ICU), termasuk tujuh pasien meninggal dunia.

RSUD di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, sampai kemarin merawat 64 pasien DBD.

Kepala Bidang Pengenda-lian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Nunung Tri Mulyanti mengatakan angka itu ialah warga yang terserang DBD sejak Januari.

Semua pasien, lanjut dia, dirawat di rumah sakit setelah mendapatkan rujukan dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di Kabupaten Rejang Lebong.

Kondisi serupa juga terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur, jumlah warga yang terjangkit DBD terus meningkat.

Tercatat sejak awal Januari hingga pertengahan Februari, terdapat 132 penderita.

Dari jumlah itu, lima penderita meninggal dunia.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro Whenny Diah Prijanti mengungkapkan kelima korban yang meninggal dunia masih berusia anak-anak, yakni 3-12 tahun.

Whenny menambahkan ratusan pasien DBD itu dirawat di 28 puskesmas di Bojonegoro.

Puskesmas Kecamatan Kanor ialah yang terbanyak merawat pasien DBD, yaitu mencapai 20 pasien.

Pasalnya, Kanor merupakan wilayah endemis demam berdarah.

Dari Klaten, Jawa Tengah, pada Januari hingga minggu kedua Februari, tercatat 96 kasus DBD dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Dari 96 kasus DBD, sebanyak 21 kasus dalam status dengue shock syndrome (DSS) dan 75 kasus sisanya dalam status DBD.

"Kami mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran DBD, dengan menjaga kebersihan lingkungan," kata Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan Klaten Wahyuning Nugraheni,

Klaten merupakan salah satu daerah endemis DBD.

Kini, endemis DBD telah menyebar di 21 dari 26 kecamatan, 25 puskesmas, dan 56 desa/kelurahan.

Jumlah kasus DBD tahun lalu mencapai 525 kasus dan 26 orang meninggal dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya