Curah Hujan masih Tinggi, Waspadai Bencana Susulan

Yose Hendra
11/2/2016 08:35
Curah Hujan masih Tinggi, Waspadai Bencana Susulan
(ANTARA/Muhammad Arif Pribadi)

PASCABANJIR dan tanah longsor Senin (8/2) yang menelan korban lima tewas serta merendam 2.000-an rumah, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, kembali tertimpa tanah longsor kemarin tengah malam.

Longsoran menutupi jalan nasional yang menghubungkan Padang-Kerinci, tepatnya di Pantai Cermin. Akibat timbunan tanah setebal 30 meter di titik jalan itu, arus lalu lintas terhenti dan wilayah itu terisolasi.

"Longsoran di daerah Lolo, 94 km dari Padang, sepanjang 50 meter, dan di Air Dingin, 82 km dari Padang. Sekarang masih belum bisa dilewati. Masih dalam pengerjaan," ujar Ermen, dari Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (Prasjal Tarkim) Sumatra Barat, kemarin.

Di sisi lain, dalam jumpa pers kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi akan banyak terjadi banjir dan tanah longsor hingga akhir Februari. Sebabnya curah hujan deras dan tinggi akan turun di banyak wilayah hingga akhir bulan ini. Terputusnya jalan nasional Padang-Kerinci semakin menambah runyam pemulihan Solok Selatan pascabanjir.

Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Sumbar Zulfiatno menambahkan, ruas jalan negara yang tertutup longsoran itu merupakan satu-satunya akses dari Padang ke Solok Selatan. Akibatnya, warga tidak bisa kembali ke Padang.

Untuk membersihkan material longsoran, lanjutnya, pihaknya dan Dinas Prasjal sudah mengerahkan tiga ekskavator supaya hari ini jalan raya tersebut bisa dilalui. "Pj Gubernur Sumbar sebetulnya mau ke Solok Selatan untuk meninjau korban banjir dan longsor, tapi belum bisa," katanya.

Zulfiatno mengatakan hingga tadi malam Nagari Buluh Kasok dan Sungai Duo masih susah diakses. Nagari Buluh Kasok terisolasi setelah putusnya jembatan sepanjang 60 meter yang menjadi satu-satunya akses masyarakat setempat. Untuk menyalurkan bantuan bagi sekitar 2.000 warga yang pemilik rumah yang terendam banjir, pihak BPBD dan dinas sosial setempat harus menggunakan perahu karet.

Di lain pihak, Kepala Biro Komunikasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, meskipun saat ini mulai banyak terjadi bencana, itu diperkirakan belum puncaknya. "Hujan deras masih akan terjadi hingga akhir Februari," ujar Sutopo.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jumlah dan curah hujan pada Januari 2016 lebih kecil bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu menyebabkan penurunan kejadian banjir dan longsor.

"Penurunan banjir dan longsor hingga akhir Januari 2016 menurun 43% dan 75% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Namun begitu, bukan berarti aman. Masih sangat mungkin terjadi bencana-bencana lebih banyak dan besar menjelang akhir Februari," ungkapnya.

Saat dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah segera melakukan langkah awal dalam menghadapi bencana. "Pemerintah harus segera berkoordinasi lintas kementerian dengan pemda guna mengetahui persiapan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana," ujarnya. (Pro/Mlt/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya