Pemda Diminta Tetap Waspadai DBD

Cornelius Eko Susanto
07/2/2016 06:15
Pemda Diminta Tetap Waspadai DBD
(Sumber: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes/Tim MI/Grt/Grafis: Caksono)

Sejumlah dinas kesehatan di daerah akan meningkatkan pencegahan DBD dengan program pengasapan.

MEREBAKNYA wabah demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia telah mengakibatkan 492 orang positif terinfeksi. Sebanyak 25 orang di antaranya meninggal selama Januari lalu.

Demikian data dari Direktorat Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes yang disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi via surat elektronik kepada Media Indonesia, kemarin.

"Kasus kematian dan infeksi itu berasal dari 9 kabupaten dan 2 kota di 7 provinsi yang sudah menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di wilayah mereka masing-ma sing. Ada beberapa kabupaten/kota yang telah menyatakan KLB DBD," kata Oscar.

Rincian kabupaten/kota yang telah menyatakan KLB DBD, yakni Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten, Kota Lubuklinggau di Provinsi Sumatra Selatan, Kota Bengkulu di Provinsi Bengkulu, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar di Provinsi Bali, Kabupaten Bulukumba, Pangkep, Luwu Utara, dan Wajo di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Gorontalo di Provinsi Gorontalo, dan Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Dari data tersebut, lanjut Oscar, Kemenkes mengimbau pemda dan publik waspada terhadap potensi penularan DBD. "Meski akhir Februari kasus penularan mengalami penurunan."

Perhatikan lingkungan

Di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, pasien DBD terus bertambah. Hingga kemarin, ada 30 pasien yang masih menjalani perawatan. Dirut RSUD Cengkareng Sugiono Kesuma Karo mengakui kasus DBD mengalami peningkatan signifikan. "Kasus DBD terbanyak di Jakarta Barat, yakni di Kecamatan Cengkareng. Totalnya 119 pasien sejak Januari sampai sekarang.

"Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Dewi Satiasari, meminta petugas kesehatan melakukan penanganan cepat terhadap pasien DBD. "Karena itu kami gencar melakukan pengasapan di setiap kecamatan. Masyarakat pun diimbau memperhatikan lingkungan.

"Wabah DBD yang merebak di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang selama Desember 2015-Januari 2016 telah mengakibatkan 13 orang meninggal karena keterlambatan penanganan. Hingga kemarin di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, pasien DBD terus berdatangan. "Kami terpaksa menambah tempat tidur," ungkap Kabid Pelayanan RSUD Balaraja, Mies Larisa Tanaka.

Dalam menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Naniek Isnanen, berjanji akan meningkatkan pelatihan kepada ratusan juru pemantau jentik (jumantik). "Kami sudah melatih 880 jumantik di 29 kecamatan agar memantau dan membersihkan jentik-jentik nyamuk dengan fogging. "Sementara itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menyebutkan pasien DBD terus bertambah dari 86 menjadi 134 pasien. "Semua pasien ditangani di rumah sakit," jelas Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Helmi.

Berdasarkan kecamatan, jumlah pasien DBD di Jakarta Utara tersebar di Kecamatan Koja sebanyak 35 orang, Pademangan 8 orang, Kecamatan Penjaringan 25 orang, Tanjung Priok 25 orang, Cilincing 24 orang, dan Kelapa Gading sebanyak 17 orang.

"Bila kondisi seseorang sudah mengkhawatirkan, segera dibawa ke rumah sakit agar dapat sembuh," tandas Helmi. (Sri/Ths/SM/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya