132 Jenis Burung di Indonesia Terancam Punah

Agus Utantoro
04/2/2016 23:10
132 Jenis Burung di Indonesia Terancam Punah
(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

INDONESIA tercatat memiliki 1.615 jenis burung, 419 jenis diantaranya endemis Indonesia. Hal itu dikatakan Ketua Panitia Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia Pramayuda di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Kamis (4/2).

Konferensi nasional itu, kata dia, juga akan menjadi media pertemuan ilmiah dengan memaparkan berbagai hasil penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan tentang burung (ornitologi). Ilmu pengetahuan itu akan menjadi landasan upaya pelestarian burung demi
keseimbangan ekosistem.

Menurut Pramayuda, dengan jumlah itu menjadikan Indonesia sebagai negara terkaya keempat di dunia akan jumlah jenis burung setelah Kolombia, Peru, dan Brasil.

Namun, kata dia, di Indonesia saat ini juga terdapat 132 jenis burung yang terancam punah yang antara lain disebabkan hilangnya habitat, serta penangkapan satwa untuk diperdagangkan. Ia menyebutkan, beberapa burung yang tercancam punah diantaranya elang jawa, gelatik jawa, serta curik bali.

"Di pasar burung mungkin masih banyak, tetapi di alam sudah sulit ditemukan," kata Pramayuda yang juga dosen Fakultas Teknobiologi UAJY itu.

Sementara Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hadi Daryanto berharap pertemuan para pemerhati serta peneliti burung itu dapat mendukung gerakan nasional penyelamatan burung di Indonesia. Ia menyadari selain kaya akan jenis burung, Indonesia merupakan negara kedua terbesar untuk jumlah jenis-jenis burung yang terancam punah.

Menurut Hadi hasil dari konferensi para peneliti serta pemerhati burung juga diharapkan dapat menjadi pedoman pelepasliaran burung ke habitat aslinya seperti yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo di Kebun Raya Bogor pada 3 Januari 2016. "Agar ada pedoman ilmiah sehingga kami tidak salah dalam upaya pelepasliaran burung," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya