Kominfo Bentuk Relawan TIK Indonesia

Melati Yuniasari Fauziyah
03/2/2016 20:26
Kominfo Bentuk Relawan TIK Indonesia
(Ilustrasi)

PERKEMBANGAN teknologi digital terus menantang pemerintah untuk meningkatkan diri, merubah pola pikir dan budaya kerja, partisipasi aktif publik, penyediaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

Direktur Pemberdayaan Informatika Septiana Tangkary mengungkapkan bahwa kebijakan serta program guna mengurangi kesenjangan digital dan koordinasi lintas sektor merupakan bagian dari peran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), khususnya dalam pembangunan di bidang TIK.

"Pola kerjasama dalam berbagai program kegiatan dengan Akademisi, Bisnis, Kommunitas, dan Government (A,B,C, + G), termasuk asosiasi sangat diperlukan,” ungkapnya dalam konferensi pers Mega Bazar, di Jakarta, Rabu (3/2).

Ia berharap pembangunan bidang TIK ini mampu membawa perubahan paradigma pembelajaran yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, percepatan upaya implementasi program pemanfaatan TIK bagi keperluan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kerja sama lintas sektor, lintas wilayah maupun lintas institusi secara terpadu, utuh dan sinergis menjadi kebutuhan yang tidak terelakan.

Namun, pemberdayaan masyarakat terkendala pada kurangnya SDM dalam pemanfaatan TIK. Melihat kekurangan tersebut, Kemkominfo menginisiasi pembentukan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Relawa TIK Indonesia) guna memberikan dorongan, motivasi, dan pendampingan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memperkenalkan program prioritas White List yang diharapkan pada 2016 bisa langsung dirasakan manfaatnya secara massif oleh masyarakat, khususnya anak-anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pesantren.

"Relawan TIK Indonesia dinilai sebagai solusi strategis guna mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan komputer, smartphone, dan lainya untuk kegiatan yang postitif secara cerdas, kreatif dan produktif, sehingga meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup masyarakat," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya