Tidak Ada Indikasi Pencemaran di Teluk Buyat

Puput Mutiara
03/2/2016 19:25
Tidak Ada Indikasi Pencemaran di Teluk Buyat
(MI/Vouke)

HASIL tes dan pemantauan rutin yang dilakukan tim Panel Ilmiah Independen (PII) selama kurun waktu delapan tahun (2007-2015), menunjukkan tidak ada indikasi pencemaran di Teluk Buyat akibat kegiatan operasi tambang PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR).

Untuk menjamin terpenuhinya standar mutu data, setiap PII mengembangkan metodologi pemantauan lingkungan termasuk jaminan mutu atau kendali mutu yang memenuhi standar nasional dan internasional.

"Ada tidaknya dampak penempatan tailing bawah laut (Submarine Tailing Placement) oleh NMR terhadap kualitas lingkungan laut dan kesehatan di Teluk Buyat tidak dapat digeneralisasi. Tentu ada batasan-batasannya," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Ainun Na'im selaku Kontak Utama PII saat Persentasi Publik Hasil Pantauan PII Lingkungan Teluk Buyat di Jakarta, Rabu (3/2).

Lebih lanjut, jelasnya, kajian yang dilakukan terbagi dalam beberapa bidang. Dari segi kesehatan masyarakat, jumlah konsumsi ikan dan makanan laut oleh masyarakat di Buyat Pante, Desa Buyat dan Ratatotok tiga kali lebih tinggi dari rata-rata konsumsi ikan perkapita Indonesia.

Hal itu karena ikan yang ditangkap di Teluk Buyat aman untuk dikonsumsi. Kadar arsen dari sampel hasil penelitian berada jauh di bawah standar baku mutu (12 mikrogram/liter). Begitupun dengan kadar merkuri yang masih tergolong aman, yakni tidak lebih dari 1 mikrogram/liter.

Pada 2004, NMR dianggap melanggar UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hingga akhirnya, putusan persidangan Pengadilan Manado yang diperkuat Mahkamah Agung membebaskan PT NMR dari tudingan.

"Perlu kredibilitas untuk menghasilkan reabilitas. Program pemantauan oleh PII ini dilakukan oleh pakar pilihan di bawah koordinasi Kemenristek Dikti dan sudah dilaporkan secara berkala," ucapnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya