Pakar UGM Minta Masyarakat Tidak Cemaskan Virus Zika

Agus Utantoro
02/2/2016 22:49
Pakar UGM Minta Masyarakat Tidak Cemaskan Virus Zika
(Istimewa)

KETUA Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, dr. Tri Wibawa, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap virus Zika. Virus yang kini sedang mewabah di Amerika Latin tersebut belum jelas identifikasinya di Indonesia.

“Perlu dikaji dulu apakah virus Zika yang ada di Indonesia sama atau tidak dengan virus yang ada di Amerika Latin. Selain itu, perlu dikonfirmasi lagi apakah kejadian mikrosefalus di Kolombia memang disebabkan oleh virus Zika ini,” paparnya, Selasa (2/2).

Menurutnya, virus Zika yang ditemukan di Indonesia bisa saja berbeda dengan yang ada di Amerika Latin. Karenanya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap virus ini. Manifestasi klinis akibat serangan virus Zika juga tidak separah demam berdarah yang bisa mengakibatkan kematian.

"Dari laporan terdahulu serangan virus ini tidak menyebabkan kematian. Gejalanya ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri persendian, terkadang disertai dengan muncul ruam-ruam merah dan peradangan pada mata. Saat ini, di Indonesia yang berbahaya adalah serangan demam berdarah," jelasnya.

Kendati begitu, Tri Wibawa mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai keberadaan virus ini. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang berpotensi terhadap serangan virus tersebut.

“Virus Zika dibawa nyamuk aedes aegypti yang banyak berkembang di wilayah tropis, termasuk Indonesia sehingga kita juga perlu waspada,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan melakukan gerakan 3M untuk pemberantasan sarang nyamuk.

“Hindari vektornya, yaitu nyamuk Aides aegypti agar tidak berkembang dalam jumlah banyak dan menyebabkan kerugian pada masyarakat. Pencegahan bisa dilakukan seperti pada kasus DBD,” tuturnya.

Serangan virus ini dilaporkan dapat menimbulkan kecacatan otak (mikrosefalus) pada janin apabila menginfeksi ibu hamil. Viruz Zika telah ditemukan di Indonesia pada tahun 2015 lalu.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pertama kali menemukan viruz Zika di Jambi. Dari 103 sampel darah pasien ditemukan satu sampel yang positif terinfeksi virus Zika. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya