Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMETAAN kawasan gambut berbeda dengan Kawsan lainnya. Pasalnya, pemetaan gambut tidak hanya untuk mengetahui lokasi melainkan juga untuk mengetahui kedalaman air dari kawasan gambut tersebut.
Karena itu, sekalipun Indonesia memiliki skala 1:250.000 untuk Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG), masih dibutuhkan pengembangan hingga menyentuh skala 1:5.000.
"Saat ini sudah ada skala yang menyentuh 50.000, tapi itu hanya di Kabupaten Meranti," ucap Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead saat ditemui dalam Pagelaran Festival Iklim hari kedua di Jakarta, Selasa (2/2).
Padahal, masih ada tiga kabupaten lagi yang menjadi fokus kerja BRG pada tahun ini. Yaitu Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan, dan Pulang Pisau di kalimantan Tengah.
Karena itu, sembarai menyusun tim inti untuk memulai pegerakan, Nazir mengaku sudah mengadakan komunikasi dengan kerabat dan praktisi yang dapat membuatkan peta skala 1:50.000 di tiga kabupaten lainnya.
Penggunaan peta tersebut, lanjut Nazir, dibutuhkan untuk mengetahui kedalam air di dalam kawasan gambut. Tujuannya, adalah untuk menetukan zonasi Kawasan Budidaya dan Lindung di dalam Gambut.
"Tapi kalau untuk mengetahui tata air dan Peat Dome, itu tidak cukup, harus 5.000," terang Nazir.
Dengan Skala tersebut, BRG dapat menentukan kawasan mana yang akan dibangun Kanal Blocking. Meskipun demikian, target dalam waktu dekat hanya berfokus pada peta dengan skala 1:50.000. "Target saya sih dalam beberapa bulan akan bisa dibuat peta tersebut," ujar Nazir.
Pakar dan praktisi gambut Universitas Gadjah Mada Azwar Maas dalam kesempatan yang sama menyatakan BRG dapat mengacu kepada Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut untuk penentuan zonasi kawasan gambut nantinya. Menurutnya, dalam PP tersebut sudah ada ketentuan yang dapat diadopsi.
"Sudah ada ketentuan Water Balance-nya yang dapat dilakukan, jalankan saja seperti itu, yang penting targetnya adalah untuk memenuhi pemanfaatan dan pengaturan air," terang Azwar. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved