Afirmasi Pendidikan Bagi Mahasiswa Disiapkan

Syarief Oebaidillah
02/2/2016 19:48
Afirmasi Pendidikan Bagi Mahasiswa Disiapkan
(ANTARA)


KETUA Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016, Rochmat Wahab menyatakan afirmasi pendidikan bagi kalangan yang tidak beruntung telah disiapkan. Diantaranya berkolaborasi dengan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti.

Afirmasi diprioritaskan untuk kuota yang perlu dipenuhi terkait calon mahasiswa kurang beruntung secara fisik, ekonomi, geografis, maupun kultural. "Karena itu yang menjadi target meliputi calon mahasiswa daerah terdepan, terluar dan terbelakang atau 3T, anak berkebutuhan khusus, anak kurang mampu secara ekonomis di seluruh Indonesia tetutama di 3 T," ungkap Rochmat di sela Rakernas Kemenristek Dikti di Puspitek, Serpong, Banten, Selasa (2/2).

Untuk anak berkebutuhan khusus, kata Rochmat, dipertimbangkan kuota dengan persentase tertentu, sekitar 0,5 persen. Ditanya tentang pengurangan kuota SNMPTN tahun ini 10 persen, ia mengatakan itu dimaksudkan untuk mengokomodasi tindakan afirmatif, bagi anak berasal dari wilayah 3T, kelompok kurang mampu maupun anak berkebutuhan khusus.

Rochmat mengungkapkan dewasa ini ada kecenderungan mereka yang rankingnya di atas rata rata berasal dari keluarga berstatus sosial ekonomi menengah ke atas sedangkan jika ada anak kurang mampu ranking atas itu bersifat kasuistik. Demikian pula yang berpotensi lolos di Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) di samping anak pintar dan berebut di prodi favorit juga anak yang meng ikuti bimbingan belajar (bimbel) yan cenderung berasal dari ekonomi menengah ke atas.

"Dengan begitu anak kurang mampu berpotensi tinggi juga berpeluang berebut di Seleksi Mandiri atau SM," ungkap Rochmat yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sementara itu, Koordinator Pokja SNMPTN Bambang Hermanto menambahkan nhingga Selasa (2/2) terdapat 11.500 sekolah yang belum melakukan pengisian Pusat Data Sekolah dan Siswa atau PDSS, padahal semua sekolah tersebut pada tahun lalu telah aktif mengisi.

Adapun jumlah sekolah baru yang mengisi data tahun 2016 sebanyak 830 sekolah. Sekolah baru yang mengisi di 2016 tersebut pada umumnya sekolah yang memang baru akan meluluskan siswanya di tahun ini atau pada tahun sebelumnya tidak aktif mengisi PDSS karena merasa sekolah dan siswanya tidak mampu bersaing dengan sekolah lain. Adapun saat ini jumlah keseluruhan sekolah yang telah mengisi PDSS sebanyak 10.804 sekolah.

Bambang menegaskan sekalipun masa pengisian danperbaikan nilai rapor maupun verifikasi siswa masih cukup lama yakni berakhir 20 Februari 2016. Namun ia menghimbau agar aekolah dan siswa dapat segera menyelesaikan tahapan ini sehingga dapat berkonsentrasi pada persiapan pendaftaran SNMPTN, Ujian Sekolah maupun Ujian Nasional (UN). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya