WHO Bahas Wabah Zika

Yanurisa Ananta
01/2/2016 17:15
WHO Bahas Wabah Zika
(AP/Felipe Dana)

Komite darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merundingkan status penyebaran virus Zika. Hal itu dibicarakan dalam bentuk pertemuan tertutup di Jenewa, Swiss, Senin (1/2).

Sejumlah pejabat perwakilan WHO di beberapa negara yang terkena dampak dan ahli dalam pengendalian penyakit, virologi dan pengembangan vaksin dari seluruh dunia berkumpul. Mereka akan merundingkan apakah Zika termasuk keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Hasil perundingan baru akan diumumkan paling cepat hari ini, Selasa (2/2).

"Untuk semua alasan, saya memutuskan untuk mengadakan sebuah komite darurat. Saya meminta saran panitia pada tingkat perhatian internasional dan meminta rekomendasi langkah-langkah yang harus dilakukan di negara-negara yang terkena dampak dan di tempat lainnya," kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan.

Dalam pertemuan tersebut, skala perhatian kasus virus Zika menjadi sorotan utama oleh tim darurat WHO. Namun, kali ini badan PBB itu tegas mengambil tindakan terhadap kasus Zika setelah mengaku lamban mengatasi wabah Ebola di Afrika.

Wabah Ebola yang menyerang lebih dari 11.000 orang di Afrika Barat sejak akhir 2013 baru dinyatakan status darurat kesehatan global pada Agustus 2014 dan status itu tetap melekat hingga sekarang.

Pekan lalu, WHO memperingatkan virus Z menyebar secara besar-besaran di kawasan Amerika dengan prediksi sebanyak 4 juta kasus terjadi tahun ini. Meski gejala terjangkit virus Zika terbilang halus, hal ini diyakini telah menyebabkan melonjaknya kasus mikrosefali, sebuah keadaan dimana bayi lahir dengan ukuran otak dan kepala kecil. Virus Zika juga diduga berhubungan dengan gangguan neurologis yang disebut Sindrom Guillain Barre.

Brasil melaporkan kasus penyebaran Zika dimulai sejak Oktober lalu saat kasus mikrosefali merebak di kawasan timur laut. Sejak itu, ada 270 kasus terkonfirmasi sebagai mikrosefali dan 3.448 kasus yang diduga terkait virus Zika, naik dari 147 kasus pada 2014.

Khawatir virus menyebar lebih lanjut, Kolombia, Ekuador, El Salvador, Jamaika dan Puerto Rico meminta warga negaranya yang berjenis kelamin wanita menunda kehamilan sampai wabah Zika bisa dikendalikan. Kengerian itu pun sampai hingga Eropa dan Amerika Utara.

Belum ada pengobatan untuk mengobati penyakit ini. Membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk mengembangkan vaksin untuk penyembuhan virus Zika, kata WHO.

Virus Zika berpindah-pindah melalui nyamuk Aedes aegypti yang juga menyebabkan demam berdarah dan virus cikungunya. Gejala yang ditimbulkan seperti flu, antara lain demam ringan, sakit kepala, nyeri sendi dan ruam. (AFP/BBC/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya