IDI Surabaya : Pelaku Penjualan Organ Tubuh Sindikat Profesional

M. Zen
30/1/2016 18:56
IDI Surabaya : Pelaku Penjualan Organ Tubuh Sindikat Profesional
(Ilustrasi)

Prosedur transplantasi organ tubuh manusia seperti ginjal tidak mudah karena proses ini tidak dapat dilakukan di sembarang rumah sakit, hanya rumah sakit khusus yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya menilai bahwa sindikat penjualan organ tubuh manusia sangat profesional dengan melibatkan beberapa ahli di bidangnya, karena proses transplantasi organ tidak sesederhana yang diperkirakan.

"Secara etika dokter, penjualan organ tubuh manusia tidak memungkinkan jika dilihat dari segi medis, karena harus ada perjanjian yang dilakukan serta adanya pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi organ tersebut," kata Ketua IDI Surabaya, dr Pudjo Hartono SpOG, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu.

Ia mengatakan prosedur transplantasi organ tubuh manusia, seperti ginjal tidak mudah karena proses ini tidak dapat dilakukan di sembarang rumah sakit, hanya rumah sakit khusus yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan yang boleh melakukan transplantasi.

"Pendonor harus diinformasikan terkait risiko ke depannya jika ia melakukan transplantasi ginjal, kemudian dilakukan pemeriksaan mengenai ginjal tersebut untuk mengetahui apakah kondisinya sehat, dan akan berpengaruh ke kesehatannya," ujarnya.

Menurut dia, prosedur semacam itu yang menjadikan proses transplantasi membutuhkan waktu yang lama, karena pengambilan ginjal akan berpotensi mengganggu metabolisme tubuh, salah satunya ketahanan tubuh melemah dan mudah merasa lelah.

"Ginjal merupakan organ penyaring tubuh, sehingga harus dipastikan jika metabolisme tubuh dari pendonor tidak bermasalah dan sehat, maka akan diprediksi dan diyakini tidak mempengaruhi kualitas hidupnya," tuturnya.

Pendonor, lanjutnya dinilai harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum ginjal yang didonorkan diterima oleh orang yang membutuhkan. Tim medis yang menangani juga tidak sembarangan karena untuk melakukan operasi pencakokan ginjal dibutuhkan kerja tim.

"Pencangkokan ginjal harus dilakukan secara tim dan tidak sembarangan. Setelah seseorang memutuskan untuk menjadi donor ginjal, ada evaluasi dari dokter, nanti dilihat sejarah medis dan pemeriksaaan fisik," paparnya.
Selain itu, tambahnya hal utama dalam penanganan operasi ginjal tentunya terdapat kecocokan, apabila ginjal yang hendak dicangkokkan tidak cocok dengan ginjal yang dibutuhkan oleh tubuh pasien, maka hal tersebut dapat berpengaruh pada kondisi tubuh sang penerima.

Sebelumnya, Kasus jual beli ginjal ini tengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri setelah terungkap adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kali ini, polisi membongkar praktik perdagangan organ tubuh manusia.

Hasil penyelidikan sementara, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap tiga pelaku penjualan organ tubuh manusia, ginjal, di Bandung berinisial DD, AG dan HS. Salah satu korban, Ifan mengaku menjual ginjalnya dengan bayaran Rp75 juta dengan alasan himpitan ekonomi. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya