Metode Pembelajaran Harus Berbasis Riset

Puput Mutiara
26/1/2016 17:37
Metode Pembelajaran Harus Berbasis Riset
(DOK UBL)

Semangat dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi untuk menciptakan hasil penelitian masih redup. Padahal, jumlah dosen bergelar strata 2 (S2) dan S3 di Indonesia saat ini mencapai 75% dengan jumlah profesor 5.500 orang.

Menurut pengamat pendidikan Universitas Indonesia (UI) Arief Rachman, hal itu terjadi karena belum ada perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan metode pembelajaran secara ilmiah. "Artinya harus berbasis riset. Bukan hanya dosen, mahasiswa sebaiknya proses berfikirnya ilmiah," katanya Selasa (26/1).

Untuk menumbuhkan budaya berpikir ilmiah, sambung dia, dimulai dengan memberikan informasi akademis yang tidak hanya sekadar teori tetapi bisa dipertemukan secara empiris. Lebih lanjut, Arief menuturkan bahwa metode pembelajaran seperti itu tidak hanya berlaku di bidang keilmuan sains. Melainkan bisa diterapkan untuk semua jurusan termasuk sosial-humaniora.

"Kalau budaya ilmiah ini sudah mengakar, simpelnya orang bicara tidak asal-asalan. Akan semakin banyak orang yang mau menghasilkan risetnya sendiri," ungkap dia.

Namun sayangnya, pemerintah belum memiliki program untuk menumbuhkan semangat meneliti dan mencari tahu di kalangan akademis. Justru banyak hasil riset di perguruan tinggi yang berakhir sebatas prototipe.

Arief memaparkan, mayoritas dosen dan mahasiswa enggan meneliti karena seringkali hasil penelitian mereka tidak terpakai. Sekalipun berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk.

"Orang tidak mau meneliti juga salah satunya karena akhirnya tidak terpakai. Tidak dihargai dan dihormati," ucap dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya