Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Hanya dalam kurun waktu tiga minggu, 1.669 orang positif terinfeksi demam berdarah dengeu (DBD) pada Januari ini. Dari jumlah tersebut, hingga Senin (25/1), sebanyak 22 diantaranya telah meninggal dunia.
“Hanya sekitar tiga minggu, tahun ini sudah 22 orang meninggal karena DBD,” sebut staf Subdit Arbovirosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Chairiyah Anwar, di jakarta, Selasa (26/1).
Jumlah korban meninggal terbanyak berasal dari Banten (5), Jawa Timur (3), Kalimantan Tengah (3), Kalimantan Selatan (3), Maluku (2), Sulawesi Selatan (2), Kalimantan Timur (1), Jawa Barat (1), Yogyakarta (1), Gorontalo (1), dan daerah lainya.
Menurut Chairiyah, penyebab meninggalnya korban beragam. Namun, kata dia, mayoritas akibat kelalaian dari pihak keluarga sendiri. Misalnya seeprti telat membawa ke sarana layanan kesehatan dan sebagainya.
Dengan adanya jumlah kasus dan korban meninggal tersebut, rata-rata kejadian (inssident rate/IR) DBD pada Januari ini mencapai 0,65 per 100 ribu penduduk. Sedangkan tingkat kematiannya (case fatality rate/CFR) mencapai 1,32%.
Lebih jauh Chairiyah mengaku belum bisa menyimpulkan apakah IE dan CFR pada Januari ini lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Pasalnya, data rekap hingga akhir Januari belum masuk semua.
Namun, dia memastikan bahwa dalam empat tahun terakhir kasus DBD di Indonesia terus mengalami tren kenaikan, baik dari segi kasus dan korban meninggalnya.
Berdasarkan data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, jumlah kasus DBD pada 2012 mencapai 630 kasus. Pada 2013 jumlahnya bertambah menjadi 962, 2014 jadi 1.081 dan 2015 meningkat 8.075.
Dari data tersebut, tren tingkat kematian juga terlihat meningkat selama empat tahun. Pada 2012, jumlah penderita DBD yang meningal mencapai 816 jiwa. Di 2013 naik menjadi 871, 2014 sebanyak 907 dan 2015 melonjak menjadi 1.190.
Berkenaan dengan terus meningkatnya kasus dan kematian akibat DBD, pada kesempatan sebelumnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, M. Subuh, menyatakan, hal itu akibat dari tidak seriusnya daerah melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menutup, menguras, mendaur ulang) plus dengan konsisten.
Padahal untuk memberantas vektor DBD, yaitu jentik nyamuk Aedes Aegypti, satu-satunya jalan hanya dengan PSN. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved