Nyamuk Albopictus Bukan Spesies Baru

Cornelius Eko Susanto
21/1/2016 20:15
Nyamuk Albopictus Bukan Spesies Baru
(MI/Amiruddin Abdullah)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa nyamuk Aedes albopictus yang menyebabkan penularan demam berdarah dengeu (DBD) di sejumlah daerah, bukanlah jenis baru. Albopictus masih sejenis dengan nyamuk Aedes aegypti.

“Keduanya masih merupakan famili yang sama. Kedua nyamuk itu juga sama-sama vektor bagi DBD dan demam kuning,” sebut Kasubdit Pengendalian Arbovirosis Kemenkes Achmad Farchani, Kamis (21/1).

Perbedaannya adalah albopictus lebih senang berada di tempat terbuka, sedangkan aegypti berada di dalam ruangan, seperti di rumah. Sementara dari segi fisik, bila dilihat dari mikroskop, aegypti memiliki gambar garis seperti kepala kecapi berbentuk dengan dua garis lengkung dan dua garis lurus putih. Sedangkan albopictus hanya memiliki satu garis putih di mesonotum tersebut.

Achmad menambahkan, aegypti aktif pada pagi antara pukul 08.00 - 12.00 FREE dan sore hari, pukul 15.00 - 17.00. Nyamuk betina memiliki kebiasaan mengisap darah berkali-kali dan berpindah-pindah dari satu individu ke individu lain.

Hal ini disebabkan karena pada jam aktifnya, manusia sebagai sumber makanan juga sedang dalam keadaan aktif bergerak sehingga membuat nyamuk sulit mengisap darah sampai kenyang. Hal ini pula yang menyebabkan penularan DBD terjadi di jam aktif manusia, tak terkecuali anak-anak saat sekolah.

Sebaliknya nyamuk aedes albopictus betina lebih aktif di luar ruangan yang teduh dan terhindar dari angin. Selain itu, albopictus aktif menggigit pada siang hari.

Menurut Achmad, nyamuk albopictus banyak menularkan DBD di sejumlah negara seperti di Jepang. Hal itu kemungkinan disebabkan oleh rumah di sana relatif bersih sehingga nyamuk aegypti yang biasanya di rumah, tidak berkembang.

Berkenaan dengan empat provinsi yang wilayah mereka telah mengeluarkan status KLB, yaitu Maluku, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Barat dan Papua Barat, Achmad mengatakan, diperlukan kepedulian peran serta aktif masyarakat untuk bergotong-royong melakukan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit DBD, melalui kegiatan pemberantasan nyamuk dan jentik secara berkala. (Tlc/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya