Membungkus Singapura dengan Branding Wonderful Indonesia
Eko Rahmawanto
28/10/2015 00:00
(kemenpar.go.id)
Tengok kiri, lirik kanan, lihat atas, nunduk bawah, pegang telepon seluler, nonton televisi, buka koran, di mana-mana bertaburan logo mirip burung Wonderful Indonesia.
Itulah cara menancapkan brand di Singapura. Bukan hanya di pameran ITB Asia yang dihelat di Marina Bay Sands, 21-23 Oktober 2015 saja. Juga tak hanya di arena Indonesia Food Festival di Novotel Clark Quay saja keindahan Indonesia diekspose.
Di empat penjuru mata angin digoyang dengan ajakan wisata Bebas Visa Kunjungan ke Tanah Air.
Singapura itu ibarat empang kolam yang berkumpul banyak ikannya. Singapura itu adalah interkoneksi penghubung dari dari berbagai devices. Singapura itu mirip moderator, sang pengatur alur komunikasi tanya-jawab dalam sebuah lokakarya dan seminar.
Karena itu, Singapura menjadi objek strategis yang paling layak untuk dijadikan ajang promosi Wonderful Indonesia. "Ada 5 juta orang yang menetap di Singapura Dari jumlah itu, ada 1,5 juta ekspatriat, orang non Singapura yang bekerja dan tinggal di sana. Ada 15,1 juta wisatawan yang berkunjung ke Singapura pada 2014, naik 2% dari tahun 2013 yang menembus 14,2 juta orang.
"Sejak kita goyang Singapura dengan promosi, Great Batam naik pesat, hingga 60%. Itu bukti bahwa promosi itu penting untuk mengejar target akhir 2019 di 20 juta wisman," jelas Menpar Arief Yahya.
Tema promosi Singapura adalah: Bebas Visa Kunjungan (BVK). Dampak cepatnya, wisman asal Tiongkok langsung meledak menjadi 6.047 orang di bulan September 2015, naik 30,9%. Korea Selatan menggeser Jepang, dengan 4.088 wisman, atau 20,9%. Jepang yang bertahun-tahun nomor dua, kini jatuh di angka 2.684 orang atau 13,7%. Inggris 2.042 atau 10,4%, dan AS 1.204 orang atau 6,2%. "Angka kenaikan itu persis dengan yang kami proyeksikan, promosi kita sangat pas di sana," ungkap Mantan Dirut PT Telkom itu.
Great Batam yang menjadi teras utama pintu Singapura pada 2014 lalu hanya didatangi 1.885.012 wisman, atau 22% dari total turis yang masuk ke Tanah Air. Tahun 2015 ini, diproyeksikan menjadi 2.500.000 orang. "Kami kerja keras untuk membungkus Singapura sebagai pasar utama ASEAN dengan branding Wonderful Indonesia. Antara transportasi, telekomunikasi, dan pariwisata itu sama-sama komoditas, perlakuannya pun tak jauh berbeda. Harus dipromosikan," jelas Menpar.
Bagaimana cara mem-branding Singapura? Kalau Anda sampai 6 bulan ke depan sempat jalan-jalan ke Singapura, mungkin Anda akan menemukan logo-logo Wonderful Indonesia di banyak lokasi strategis di sana.
Ada 2 bus moving Islandwide dengan rute Changi Airport, Tourism Center, Hotels, dan Tourism Attractions. Ada 4 Toyota Hiace besar, dibungkus dengan desain tiga dara cantik dan pakaian adat Enchanting Bali, kejernihan Stunning Raja Ampat, dan gambar Golf Bintan-Batam yang mobile keliling kota.
Gambar-gambar itu menonjol, menyejukkan mata, dan di ujung atas kanannya terpampang besar logo pariwisata Wonderful Indonesia.
Jika mobil-mobil itu lewat, dari jarak 25 meter pun, sangat jelas mencolok mata. Ada barcode yang bisa di-scan menggunakan smart phone anda di ujung sebelah kiri kanannya, dan langsung landing page ke informasi promosi pariwisata Indonesia.
Ada juga TV besar LED Digital Screen Ads di ujung perempatan jalan di Orchard Nomor 277 & 218 yang menangkap pejalan kaki dan orang yang sedang tertahan lampu merah di traffic light. Ada juga di Gateway, 2 Jurong East Jcube Mall, Queen Street, depan sekolah Fu Lu Shou yang menggoda orang yang hendak berjalan ke pusat perbelanjaan. Lalu di Ilfly 43 Siloso Beach Walk, Sentosa Island, Star Vista 1, Vista Exchange Green, The Star Vista, Chinatown Point 133, New Bridge Road, Chinatown Point, Bugis Street, dan lainnya.
Halte-halte bus, tempat menunggu public transportation juga dihias branding Wonderful Indonesia. Lokasinya juga tersebar di segala penjuru di sana, Ang Mo Kio, Woodlands, Yishun South, Geylang Bahru, Tiong Bahru East, New Upper Changi Rd, Guillemard Rd West, Jurong Pier Rd, Toh Guan Rd East, dan lainnya. Ada yang terpasang hingga 22 Oktober, ada yang masih dimainkan hingga 12 November 2015, dari desain etnik sampai tema shopping menempel di sana.
"Singapura adalah salah satu pasar utama Indonesia. Tahun 2014, Singapura berada di peringkat pertama, baru disusul Malaysia jumlah wisman ke tanah air. Great Batam itu lokasinya sangat dekat dengan Singapura, cukup menyeberang 45 menit. Karena itu, Batam, Bintan, dan beberapa pulau di sekitarnya menjadi destinasi yang paling masuk akal untuk dipromosikan di sana. Positioningnya juga jelas, alam atau nature, yang ditonjolkan, karena Singapura tidak punya pantai pasir putih, laut yang jernih dan bawah laut yang indah seperti punya Indonesia," jelas Menpar Arief Yahya.