Tangani Kabut Asap, Obama Tawarkan Bantuan US$2,7 Juta
Desi Angriani
27/10/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Setpres-Laily Rachev)
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menawarkan bantuan sebesar US$2,7 juta untuk menangani bencana kabut asap di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Bantuan tersebut ditawarkan langsung kepada Presiden Jokowi Widodo di Gedung Putih, Washington DC, AS.
“Dari pihak Amerika Serikat, saya berbicara dengan Duta Besar Amerika Serikat sudah ada komitmen untuk membantu senilai US$2,7 juta,†kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (27/10).
Menurut Obama, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tak bisa ditangani secara instan. Namun, membutuhkan waktu cukup lama baik dalam memadamkan api maupun melakukan pencegahan ke depannya. Bantuan tersebut, kata Retno, disambut baik oleh pemerintah Idnonesia.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo memutuskan kembali ke Tanah Air lebih cepat dari jadwal yang sudah direncanakan. Kepulangan Jokowi guna memimpin langsung penanganan bencana kabut asap yang makin mengkhawatirkan.
"Karena banyaknya keluhan-keluhan dari masyarakat dan juga laporan dari masyarakat yang berkaitan dengan dampak kesehatan dan juga dampak sosial karena asap, saya memutuskan untuk membatalkan perjalanan saya ke West Coast, ke pantai barat dan akan langsung kembali ke Indonesia,†kata Jokowi.
Semula Presiden Jokowi dijadwalkan baru akan kembali ke Tanah Air pada Jumat (30/10) malam. Namun Presiden telah memutuskan untuk mempercepat kepulangannya menjadi Selasa (27/10) sore, dan diperkirakan akan tiba di Jakarta, Kamis (29/10). (Q-1)