Yayasan Agung Podomoro Berikan Santunan Yatim Piatu

Sidik P
27/10/2015 00:00
Yayasan Agung Podomoro Berikan Santunan Yatim Piatu
(DOK AGUNG PODOMORO)
SEBAGAI rangkaian tahun baru Islam 1437 Hijriah Pluit City Peduli di bawah Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) memberikan santunan kepada 380 anak yatim piatu warga Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya membantu meringankan beban hidup warga sekitar yang kurang mampu.
''Pemberian santunan ini hanyalah salah satu bentuk CSR kami selain bentuk bantuan lainnya seperti pemberian sarana olah raga, bantuan keagamaan, kesehatan, lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan lain-lain,'' kata Vice President Director Agung Podomoro Land (APL) H Noer Indradjaja seusai memberikan santunan di Masjid Jami’ Taufikul  Mubarok, kemarin.
Menurut Noer Indra, selain menyambut tahun baru Islam kegiatan itu juga merupakan bagian dari rasa terima kasih APL kepada warga sekitar yang telah menyambut baik kehadiran Pluit City. Diharapkan ke depan akan makin banyak lagi manfaat yang bisa dipetik masyarakat seperti peluang usaha, kesempatan kerja, serta peluang-peluang positif lainnya.
''Kami juga akan berupaya membentuk sinergi dengan warga Muara Angke dan sekitarnya. Misalnya, dengan memberi pendidikan dan pelatihan agar mereka nantinya siap ikut bekerja di tempat kami dengan bekal keahlian yang didapatkan,'' tambah H Noer Indra.
Sebab setelah Pluit City beroperasi nanti, dia memprediksi tenaga kerja yang terserap bisa mencapai ribuan orang. Pihaknya akan berupaya untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari warga sekitar.
Acara santunan yatim piatu juga dihadiri para tokoh masyarakat, agama, sesepuh kampung, serta para nelayan Muara Angke. H. Noer Indradjaja nampak akrab berbincang dengan para tokoh sambil makan Nasi Kebuli di satu nampan bersama-sama.
Sementara itu tokoh masyarakat Muara Angke Ustadz Tubagus Mukri mengaku bersyukur adanya pemberian santunan kepada yatim piatu di wilayahnya. Sebab kondisi ekonomi mereka umumnya sangat berat sehingga membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.
''Mudah-mudahan adanya uluran tangan dari Pluit City ini akan membantu meringankan beban hidup mereka. Saya juga berharap ada uluran tangan dalam bentuk lainnya seperti pendidikan dan pelatihan agar para yatim piatu ini masa depannya bisa lebih baik,'' katanya.
Dia mengakui Pluit City sampai saat ini belum terlihat bentuknya. Namun dia memperkirakan setelah jadi nanti akan banyak membutuhkan banyak tenaga kerja.
''Jika anak-anak yatim ini nantinya bisa ikut bekerja di lokasi itu akan sangat bagus. Tentunya mereka perlu diberi pelatihan dulu agar mampu menyesuaikan diri dengan persyaratan kerja yang dibutuhkan,'' katanya.
Demikian juga Lurah Pluit Purnomo Purnomo yang bersyukur atas bantuan yang diberikan terhadap warganya. Sebab langkah ini diharapkan bisa mengurangi gesekan antar warga Muara Angke dengan pihak Pluit City.
''Adanya satu proyek besar di satu wilayah tentunya akan rawan terjadi kesalahpahaman. Pemberian santunan ini saya nilai merupakan salah satu bentuk komunikasi yang baik untuk mengurangi potensi konflik yang mungkin timbul dikemudian hari,'' ujarnya. (RO/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya