Perpustakaan Daerah Berakses Internet Diperbanyak

Anshar Dwi Wibowo
26/10/2015 00:00
 Perpustakaan Daerah Berakses Internet Diperbanyak
( Illustrasi ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Guna meningkatkan minat membaca dan memperluas akses informasi, perpusatakaan-perpusatakaan yang ada di tingkat kabupaten hingga desa akan dilengkapi dengan akses internet. Hingga 2018, sebanyak 550 perpusatakaan ditargetkan memiliki akses internet.

"Perpustakaan sudah ada, ini hanya pengembangan dengan internet agar bisa lebih interaktif dengan masyarakat," ujar Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sularsih usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (26/10).

Hadir bersama Titie, Chief Executive Coca Cola Foundation Titie Sadarini dan President of Global Development Bill and Melinda Gate Foundation.

Sri menjelaskan, selama empat tahun terakhir sebenarnya sudah ada 118 perpusatakaan yang dilengkapi akses internet. Jumlahnya akan ditambah menjadi 550 perpustakaan hingga tiga tahun ke depan. Perpustakaan-perpustakaan tersebut tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kalau dulu lebih statis menunggu kunjungan datang, dengan adanya internet sumber informasi lebih variatif enggak hanya dari buku," katanya.

Adapun, ia menambahkan, pemerintah saat ini sudah membangun sekitar 2.300 perpustakaan yang tersebar hingga pelosok desa. Pemerintah juga membidik tambahan 700 perpustakaan baru namun tidak dirinci kapan target penyelesaiannya. Harapannya, sekitar 7.200 desa yang ada di seluruh Indonesia bisa memiliki perusahaan.

"Mudah-mudahan nanti ada 3.000 sehingga nanti masyarakat bisa akses informasi, mempunyai keterampilan dan juga ekonomi kreatif bisa tercipta dari perpustakaan. Semoga bisa ditambah lagi sehingga seluruh desa bisa tersedia," tuturnya.

Program pengembangan perpusatakaan berakses internet mendapat bantuan dari Coca Cola Foundation Indonesia dan Bill and Melinda Gates Foundation. Yayasan milik Bill Gates sendiri menyumbang US$12 juta atau sekitar Rp150 miliar (asumsi APBN 2015 Rp12.500).

Chief Executive Coca Cola Foundation Titie Sadarini menuturkan, kerja sama dengan Perpusnas memberikan dampak yang baik bagi masyarakat di perdesaan. Oleh karenanya, program 550 perpusatakaan berakses internet akan diperluas.

"Ditargetkan sampai 2025 mencapai 1000 perpustakaan yang akan memberikan manfaat ke 20 juta masyarakat," katanya.

Titie menambahkan, JK mengapresiasi program tersebut. Menurut JK, program perpusatkaan berakses internet seiring dengan program pengembangan desa yang dicanangkan pemerintah. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya