DEMI memacu kreativitas anak muda dan cinta kepada lingkungan, PT Faber-Castell International Indonesia membuat lomba gambar dengan tema Selamatkan hutanku, lestari negeriku. Lomba gambar mulai digelar pada September hingga November 2015 di 11 kota dengan target 2.500 peserta. Gambar yang menjadi juara akan diberikan kesempatan tampil pada pameran pada tahun depan.
Demikian disampaikan Brand Manager PT Faber-Castell International Indonesia Fransiska Remila di Jakarta, Sabtu (24/10). "Kami mengajak para pemuda untuk cinta lingkungan karena Faber-Castell peduli pula dengan lingkungan. Buktinya, kami punya hutan di Brasil seluas 10 ribu hektare dan 3.000 ha di Kolombia yang dikelola dengan lestari. Hutan inilah yang menjadi bahan baku pembuatan produk kami seperti pensil," ungkap Fransiska.
Kota yang menjadi tempat lomba ialah Bandung (12 September), Medan (20 September), Palembang (4 Oktober), Makassar (4 Oktober), Semarang (18 Oktober), Jakarta (24 Oktober), Surabaya (24 Oktober), Bali (25 Oktober), Samarinda (25 Oktober), Pekanbaru (31 Oktober), dan Yogyakarta (8 November). Tiap juara 1-3 di tiap kota mendapatkan hadiah berupa uang tunai. Bahkan, karya yang terjual dalam pameran, hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada yang membuat.
Faber-Castell menggaet organisasi konservasi WWF Indonesia agar dapat memberikan sosialiasi pentingnya lingkungan dan membeli produk yang ramah lingkungan. Monitoring and Evaluation Officer Forest Commodity Market Transformation WWF Indonesia Dian Supit memaparkan bahwa pihaknya mendukung produk yang dibuat dari pengelolaan sumber daya yang lestari. "Produk Faber-Castell termasuk dalam kategori ini karena di setiap kemasan terdapat tanda FSC atau Forest Stewardship Council sebagai tanda sertifikasi bahwa produk yang dihasilkan dari hutan yang dikelola secara lestari," tutur Dian.
Dukungan WWF terhadap kegiatan Faber-Castell juga sejalan dengan kampanye tahun ini yang mengangkat tema Beli yang baik. Artinya, WWF ingin mengajak konsumen untuk membeli produk yang ramah lingkungan. Konsumen diyakini punya kekuatan untuk memilih dan mendorong lebih banyak lagi perusahaan agar memproduksi barang ramah lingkungan. Menurut Dian, WWF mencatat baru ada 20 merek di Indonesia yang punya sertifikasi ramah lingkungan. (B-3)