Penanganan Urbanisasi di Indonesia Jadi Contoh

Wisnu AS
24/10/2015 00:00
Penanganan Urbanisasi di Indonesia Jadi Contoh
(MI/Arya)
INDONESIA menjadi tuan rumah kegiatan Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda) yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta pada 19-21 Oktober 2015. Kegiatan ini memiliki target untuk mewujudkan kota yang layak huni dan berkelanjutan secara inklusif. Terlebih, masalah perkotaan telah menjadi agenda seluruh pemangku kepentingan di dunia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Sabtu (24/10), Secretary General of  the United Nations and Executive Secretary of The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) Shamshad Akhtar mengatakan di masa depan lebih banyak orang yang bertempat tinggal di kota ketimbang perdesaan. Hal ini juga diprediksi melalui penambahan populasi penduduk di dunia hingga 1 miliar hingga 2020.

"Dari penambahan populasi tersebut setengahnya akan berada di kota. Dalam kurun waktu 35 tahun, proporsi tersebut telah meningkat dua pertiga setiap tahun. Kawasan Asia Pasifik memegang peranan penting dalam masa transisi untuk masa depan perkotaan," kata Shamsad dalam The Launch of The State of Asian and Pacific Report  2015 bersamaan dengan pembukaan penyelenggaraan The Sixth Asia Pacific Urban  Forum (APUF 6) yang bertema Sustainable urban development in Asia-Pacific: Towards a New Urban Agenda.

Menyelesaikan permasalahan perpindahan penduduk, lanjut dia, merupakan hal yang  sangat penting. Terlebih, terus meningkatnya angka populasi ditambah dengan  perubahan iklim membuat kondisi kawasan Asia Pasifik menjadi sangat rentan.

Indonesia, lanjut dia, memegang peranan di kawasan Asia Pasifik karena merupakan salah satu contoh yang penting bagi negara lain di kawasan ini.

Pemerintah, kata Shamsad, harus mulai menerapkan tata kelola yang baik agar bisa  melanjutkan isu-isu pembangunan bersama semua pemangku kepentingan. "Setiap  pihak secara bersama harus bersikap kolaboratif agar mencapai tingkat pertumbuhan  yang baik," tambahnya.


Merujuk hal di atas, isu urbanisasi yang ditandai hampir 60 persen penduduk Indonesia  tinggal di Jawa menjadi salah satu yang diangkat dalam The Sixth Asia Pacific Urban  Forum (APUF 6) di Jakarta 19-21 Oktober. ''Prioritas utama kita adalah strategi kita  membangun secondary city, yaitu mengurangi beban metropolitan dengan  membangun dari pinggiran. Jadi New Urban Agenda akan dibawa di Habitat III di  Quito (Ekuador), subtemanya dari masing-masing region. Di Asia Pasifik di antaranya membawa isu urbanisasi, bagaimana mengelola urbanisasi yang terus menerus,  sekarang 53 persen penduduk ada di kota, transportasi publik, sanitasi, air bersih, dan  perumahan itu harus kita sediakan, makanya kita membangun secondary city di kota-kota pinggiran,'' tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Pemerintah akan membangun kota-kota di pinggiran di sekitar kawasan metropolitan di Indonesia, seperti Medan, Palembang, Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar. ''Ada empat hal yang menjadi permasalahan metropolitan yang harus diselesaikan dalam rangka menuju kota yang nyaman yaitu transportasi massal, sanitasi, air bersih, dan perumahan,'' tegas Basuki. APUF 6 merupakan pertemuan awal para pemangku kepentingan menjelang penyelenggaraan Habitat III yang akan dilaksanakan tahun depan di Quito, Ekuador. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya