Proaktif Berantas Buta Aksara, Karawang Jadi Tuan Rumah HAI

Syarief Oebaidillah
23/10/2015 00:00
Proaktif Berantas Buta Aksara, Karawang Jadi Tuan Rumah HAI
(Antara)
KABUPATEN Karawang, Jawa Barat, terpilih menjadi tuan rumah peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) oleh Kemendikbud karena dinilai proaktif memberantas buta aksara.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Dikbintara) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) di sela sela Rapat Kordinasi Dikbintara di Karawang,Jumat (23/10).

Karawang juga dinilai memiliki kinerja yang baik dalam program dan upaya pencapaian terbebas dari buta aksara (illiteracy).

"Kami mencatat, Karawang berhasil membebaskan puluhan ribu orang dari buta huruf. Kami berharap daerah lain dapat mencontoh," cetus Erman.

Ia juga mengapresiasi program Kabupaten Karawang yang menjadwalkan tahun 2015-2016 bebas buta aksara.

Namun begitu, saat ini Karawang masih menyisakan 64.547 orang yang buta aksara dengan rentang usia 15-59 tahun.

"Hal ini masih menjadi tugas dan pekerjaan rumah kami ke depan walau sebenarnya data dari Kabupaten Karawang 20 ribu orang buta aksara," tambah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang Asep Supriatna.

Puncak peringatan HAI ke-50 dijadwalkan digelar di Lapangan Karangpawitan, Karawang, dan dibuka langsung Gubernur Jawa Barat. Pada puncak acara, Sabtu (24/10), Mendikbud Anies Baswedan akan hadir mencanangkan 'Gerakan Masyarakat Membaca' di hadapan warga belajar Paska Keaksaraan Dasar. Selain itu, Mendikbud mencanangkan aplikasi Dapodik PAUD dan Dikmas.

Rangkaian acara yang mengisi kegiatan peringatan HAI ke-50 ini adalah pameran HAI dan produk unggulan satuan pendidikan nonformal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Selain itu, unjuk karya tulis warga belajar paska keaksaraan dasar oleh 50.000 orang warga belajar di Kabupaten Karawang, workshop peningkatan mutu layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk pemberdayaan masyarakat dan mengundang pengelola TBM serta komunitas literasi sebanyak 70 orang.

Selain workshop, kegiatan semiloka penguatan kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Kesetaraan (Ditbindiktara) dengan lembaga atau organisasi penyelenggara program. Kegiatan tersebut diikuti 100 tutor keaksaraan, TBM, paguyuban Rumpin, ikatan pamong belajar Indonesia, Ikatan Penilik Indonesia, dan lain lain.

Peringatan HAI pertama kali digelar pada 1966. Perayaan HAI dilandasi semangat untuk memberantas buta aksara di seluruh dunia. Karena itu, HAI diperingati setiap negara untuk mengingatkan pentingnya keaksaraan.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya