Pelajar SMP Ukir Prestasi Internasional, Raih 4 Emas di Jerman
Syarief Oebaidillah
21/10/2015 00:00
()
Pelajar Indonesia kembali mengukir prestasi internasional di ajang Olimpiade The 29th Couple Internationale De Kayl, Luxemburg, Jerman, denga meraih empat medali emas yang diwakili atlet karate jenjang SMP.
Sebelumnya, siswa SD dan SMA Indonesia berhasil menoreh prestasi dengan lima medali emas pada ajang olimpiade internasional karate Banzai Cup Open di Berlin, Jerman.
"Kita patut bersyukur dan berbangga atas prestasi pelajar kita ini,mereka mengharumkan bangsa dan mengibarkan merah putih.Ini bagian dari keberhasilan pendidikan dan mereka sebagai aset bangsa harus di bina, selain baik secara akademi bagus juga budi pekertinya sebab karate juga bagian penumbuhan budi pekerti," kata Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud Supriano kepada wartawan di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/10), terkait prestasi atlet karate SMP tersebut.
Supriano mengungkapkan sebelum berangkat mereka dilatih di Jakarta selama dua minggu bekerja sama dengan PB Forki.
"Mereka juga menjadi aset karateka kita dan kita berharap tetap menjaga kewajibannya sebagai pelajar yang baik kecerdasannya dan kepribadiannya," ujarnya.
Dikatakan, para pelajar tersebut pantas mendapat dukungan berbagai pihak melanjutkan pendidikannya ke jalur prestasi.
Sebelumnya,Supriano bersama Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menyambut kedatangan para juara karate tersebut di Bandara Soeta, Selasa (20/10).
Mereka antara lain, pertama M Rafi Aldhien Zaidan (SMP 4 Samarinda, Kalimantan Timur) yang meraih dua emas untuk kategori Karate Kata usia 14 tahun dan Kumite usia 14 tahun untuk 50 kilogram (kg). Kedua, Ni Made Yuli Kristina Devi (SMPN 4 Denpasar Bali), peraih emas pada kategori Kumite usia 16 tahun untuk 54 kg dan perunggu pada Karate Kata usia 16. Ketiga, M Radho Dwi Kurnia (SMPN 7 Jambi), periah emas pada kategori Kata Masc usia 16 tahun.
Keempat, Samrani Nur Azizah (SMPN 3 Denpasar, Bali), peraih perak, pada Karate Kata usia 14 tahun dan perunggu pada kategori Kumite untuk 50 kg. Kelima, I Nyoman Wira Darma Putra (SMPN 3 Denpasar Bali), peraih dua medali perunggu pada kategori Karate Kata usia 16 dan Kumite usia 16 untu 57 kg. Keenam, Maryuweni Susetyorini (SMP I Wates DIY), periah dua perunggu untuk kategori Karate Kata usia 16 tahun dan Kumite usia 16 untuk 47 kg.
Rafi Aldhien Zaidan mengatakan bercita cita menjadi atlet karate profesional. Ia belajar karate sejak berusia tiga tahun.
Rafi berniat uang hasil kejuaraan akan disumbangkan 2,5 persen untuk anak yatim, sedangkan sisanya ditabung dan akan dibagikan untuk pelatih dan pembimbingnya. (Q-1)