TIGA siswa jurusan tata boga SMK Negeri 1 Kudus mampu memikat pelajar yang mengunjungi pameran buku terbesar di dunia, Frankfurt Book Fair (FBF) 2015, Jerman, sejak digelar 13 Oktober dan berakhir pada Senin (19/10) malam.
Pada FBF 2015 yang juga menampilkan Indonesia sebagai tamu kehormatan itu, ketiga siswa yakni Afifah Ramadhani, Billa Prilia Putri, dan Yoga Bayu Sadewa, mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam salah satu acara FBF 2015, Food Explorer.
Ketiga siswa SMK binaan Djarum Foundation itu antara lain memberikan pengenalan rempah-rempah kepada siswa dari negara lain, mengajarkan pembuatan kue lumpur, serta mengajarkan pembuatan asinan Jakarta.
''Para pengunjung yang didominasi pelajar itu tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga mendapatkan spices experience (pengalaman mengenal rempah-rempah). Mereka mencium dan bahkan mencicipi,'' ujar Program Associate Djarum Foundation Vivi Adeliana di sela penutupan FBF 2015, melalui keterangan pers yang diterima Selasa (20/10).
Di sana sebagain besar siswa takjub dengan kekayaan rempah indonesia, baik dari sisi bentuk, warna, maupun aromanya. Mereka antara lain mencium aroma serai, cengkeh, daun pandan, dan kemiri seusai dibakar.
Vanessa, 12, salah satu siswa Sekolah Goethe Gymnasium, Jerman, menyatakan dirinya terus teringat dengan lemon cui yang dirasakannya. ''Selain karena aromanya, juga rasa asam yang sangat kuat,'' ungkap Vanessa.
Tidak hanya itu, banyak pengunjung juga ikut menyantap hidangan yang disajikan oleh ketiga siswa SMK Negeri Kudus itu. Di antaranya mereka menikmati bubur manado dan kue lumpur yang dibuat saat Food Explorer.
Pengamat kuliner Wiliam Wongso menyampaikan melalui kesempatan seperti itu, anak-anak akan memiliki pengalaman yang luar biasa tentang rasa. ''Terlebih di usianya saat ini. Mereka memiliki memori yang baik, dan akan terus teringat.
Harapannya saat besar nanti, mereka tetap masih terkenang dengan pengalaman kecilnya, yakni pernah memasak masakan Indonesia,'' ungkap William Wongso.
Indonesia merupakan negara asia pertama yang berpartisipasi pada Food Explorer di Classroom of the Future FBF 2015, dan jadi negara pertama di dunia dalam sejarah Frankfurt Book Fair yang mempersiapkan kelas memasak dengan mengangkat kekayaan kuliner tradisionalnya. (RO/H-2)