Mendikbud Anies Baswedan menyatakan keikutsertaan Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 merupakan yang terbaik dalam 10 tahun terakhir.
"Indonesia tahun ini menjadi guest of honour (GoH) atau tamu kehormatan. Ini saja sudah menjadi kehormatan tersendiri. Nah, dari penilaian banyak pihak, kepesertaan kita dipandang yang terbaik dalam 10 tahun ini," kata Anies Baswedan didampingi Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi pada acara bertajuk Pencapaian Kinerja Satu Tahun Kemendikbud di Kemendikbud, Jakarta, Senin (19/10).
Menurut Anies, penilaian tersebut bukan subyektif semata tetapi datang dari panitia FBF di Jerman serta para pengunjung FBF dari negara lain.
Hemat dia, FBF 2015 yang merupakan even bergengsi dunia menjadi modal penting dan strategis dalam mempromosikan Indonesia di mata dunia.
"FBF 2015 menjadi diplomasi budaya kita yang ampuh mempromosikan Indonesia dan kekayaan budaya kita di dunia internasional," ujarnya.
Anies mengungkapkan FBF 2015 telah resmi ditutup Minggu malam (18/10) waktu Frankfurt, Jerman. "Tongkat GoH Indonesia telah diserahkan kepada Belanda sebagai GoH tahun depan," cetusnya.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan menambahkan penilain terbaik disematkan karena Indonesia tampil dengan paviliun yang menarik, disertai pertunjukan seni budaya yang mampu membetot perhatian para pengunjung FBF 2015.
"FBF amat strategis mempromosikan Indonesia di Jerman dan Eropa bahwa kita memunyai khazanah seni budaya yang kaya. Selama ini mereka lebih kenal Bali," kata Kacung.
Ia menambahkan Paviliun Indonesia yang bertema "17.000 Islands of Imagination" mengejutkan sejumlah pengunjung, terutama yang belum mengenal Indonesia.
Selain itu ragam kuliner Indonesia juga menarik minat pengunjung, kekayaan rempah-rempah Indonesia dianggap eksotis. Banyak juga pengunjung telah mengenal nama rendang sebagai kuliner Indonesia yang sudah dikenal dunia.
Anggaran yang digunakan Kemendikbud pada FBF 2015 ini mencapai Rp150 miliar.(Q-1)