Pelajar Indonesia Ukir Prestasi Sabet 5 Emas di Kejuaraan Karate Dunia

Syarief Oebaidillah
15/10/2015 00:00
  Pelajar Indonesia Ukir Prestasi Sabet 5 Emas di Kejuaraan Karate Dunia
()
Pelajar Indonesia kembali berhasil mengukir prestasi internasional dalam bidang olahraga dengan meraih lima medali emas, tiga perak dan satu perunggu pada turnamen karate internasional Banzai Cup Open di Jerman.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad menjelaskan untuk jenjang SMA emas diraih Juanda Risman asal SMA 9 Banda Aceh yang menang di kata perorangan putra dan Sharon V Ririhena pada kumite perorangan putri asal SMA Kartika XIII-1 Ambon.

Sedangkan medali perak diraih Krisda Putri Aprilia di kategori kata perorangan putri asal SMA 1 Makassar dan Dimas M Rifqi yang meraih perunggu di kumite perorangan putra asal SMA 6 Surabaya.

"Tingginya semangat dan motivasi bertanding yang tinggi menjadi faktor penentu keberhasilan pelajar kita. Kami bangga mereka tetap percaya diri walau ada tantangan berat dari tim negara lain," kata Hamid Muhammad usai Coffee Morning di Kemendikbud, Kamis (15/10).

Sedangkan tim karate Indonesia di jenjang SD juga mempersembahkan lima medali. Tiga emas diraih antara lain Lala Diah Pitaloka dari SD 1 Welagati Jawa Barat meraih emas di kata perorangan putri U-12 dan juga Gibran Atthariq dari SD 066 Pekkabata Polewalimandar dan I Putu Agus Mahardika Putra dari SD 2 Padangsambian Bali.

Adapun dua medali perak juga diraih Indira Maureen Reva Wibowo dari SD Plus Rahmat Kediri di kata perorangan putri U-12 dan Fadillah Akbar dari SD 11 Pagi Lobangbuaya Jakarta di kategori kumite individual U-12.

Menurut Hamid yang turut menyambut kedatangan tim karate di Bandara Soetta, bersama Direktur Pembinaan SMA ,Purwadi menyatakan prestasi atlet karate SD maupun SMA telah mengharumkan bangsa di kancah internasional.

Prestasi ini membuktikan atlet karate SD Indonesia pun mampu bersaing dengan atlet luar negeri. Ia berjanji peraih medali ini akan mendapat hadiah uang serta difasilitasi menempuh pendidikan.

Sukses ini juga membuktikan keyakinan Purwadi , akan kemampuan tim Indonesia. “Saya yakin anak-anak akan mempertahankan tradisi medali emas," kata Purwadi.

Tim pembina karate, Alex Firngadi mengatakan pengalaman dan pelatihan motorik para karatekawan di tingkat nasional merupakan ide dari Kasubdit Peserta Didik dan Kelembagaan Direktorat SMA, Suharlan.

Sementara itu, peraih emas Sharon V Ririhena mengungkapkan mereka mengikuti latihan selama 22 hari di Jakarta. Menurutnya, latihan lebih keras dan intensif dibandingkan saat latihan di daerah. "Kami dilatih fisik, tehnik dan mental. Kelemahan kami diasah selama pelatnas. Kecepatan dan kekuatan kami semakin baik," ujarnya.

Lala Diah Pitaloka menambahkan saingan terberat kompetisi karateka Jerman namun selama kompetisi dia selalu mengingat pesan ayahanda untuk tetap fokus dan percaya diri.

"Awalnya saya cemas karena mereka berbadan besar namun pesan ayahku saya harus tetap tenang dan fokus. Aku juga berdoa sebelum bertanding," cetusnya.

?Lala mengaku mengenal karate sejak umur tujuh tahun. Hingga kini dia sudah mengkoleksi 26 medali. Ia bercita cita ngin menjadi atlet karateka untuk masa depan. Dan ia berharap dapat mengikuti kompetisi Sea Games.

Ia juga ingin di masa depan ada atlet karateka dari Indonesia yang juga mendunia.

Pembina dari PB Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Yoyo Satrio menambahkan kejuaraan karate Banzai Cup Open Internasional diselenggarakan pada 10-11 Oktober. Kompetisi ini merupakan kejuaraan reguler yang diselenggarakan di Sporthalle Charlottenburg, Berlin, Jerman dan dikelola World Karate Federation (WKF-Sportdata). Kejuaraan ini diikuti 1500 peserta dari 33 negara mulai dari usia 12 tahun hingga diatas 17 tahun.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya